Panduan Lengkap Sukses Mengerjakan Tes Kraepelin

Pernahkah Anda mendengar tes Kraepelin atau mungkin Anda pernah mengikuti tes ini? Ya, tes Kraepelin sangat mungkin sudah biasa terdengar terutama jika Anda pernah mendaftar di angkatan bersenjata atau perusahaan. Tes ini dijadikan sebagai salah satu tes untuk menyeleksi tenaga baru.

Tes Kraepelin sendiri merupakan sebuah tes kepribadian atau disebut juga dengan tes psikologi. Tes ini sendiri dibuat oleh seorang psikiater yang bernama Kraepelin dan awalnya tes ini digunakan untuk membedakan antara orang yang normal dengan orang yang tidak normal.

Namun, seiring berkembangnya zaman, tes ini mulai digunakan sebagai tes seleksi masuk angkatan bersenjata dan juga seleksi perekrutan tenaga kerja.

Menur seorang tokoh yang bernama Dr. J. De Zeeuw, es ini termasuk dalam golongan tes yang digunakan untuk mengukur faktor-faktor khusus non intelektual atau bisa dikatakan tes konsentrasi.

Sedangkan menurut Psycological Testing Ane Anastasi mengatakan bahwa tes Kraepelin adalah speed test yang aman tes ini memiliki ciri-ciri tidak adanya waktu yang cukup untuk menyelesaikan semua soal tes. Jadi, bisa dikatakan bahwa tes Kraepelin adalah sebuah tes yang tidak diharapkan para pesertanya dapat menyelesaikan sepenuhnya pada setiap lajur soal.

Dan yang dilihat pada tes ini adalah bagaimana kecepatan kerja dari peserta tes. Sebenarnya, tes ini tidak hanya digunakan untuk mengetahui kecepatan kerja saja, melainkan juga ada banyak faktor lain dari tes ini. misalnya saja seperti konsentrasi, ketelitian hingga kestabilan dalam bekerja.

Banyaknya aspek psikologi yang mempengaruhi tes ini juga bermacam-macam. Dimulai dengan persepsi visual, pushing power, koordinasi sensor motorik, ketahanan hingga learning effect. Bagi Anda yang ingin mengikuti tes ini, perlu Anda tahu jika dalam tes Kraepelin ini terdapat 45 lajur angka dimana angka tersebut terdiri atas angka satuan dari angka 0 hingga angka 9 yang tersusun secara acak dan berjumlah 60 angka secara vertikal pada tiap lajurnya.

Nah, yang harus dilakukan oleh para peserta adalah menjumlahkan dua buah angka yang dimulai dari angka paling bawah yang ada pada setiap lanjur. Namun, dalam hal ini Anda juga harus memperhatikan batasan waktu yang sangat singkat.

Contoh Cara Mengerjakan Tes Kraepelin #1

contoh cara mengerjakan tes kraepelin

Sesuai dengan penjelasan diatas, cara mengerjakannya yaitu dengan menjumlahkan angka dari bawah ke atas. Misalnya (3 + 1 = 4) maka hasil yang didapat adalah( 4 ) kemudian ditulis disebelah / sela-sela kedua angka. Berikutnya pada (1 + 9 = 10) maka cukup ditulis 0 saja karena angka ( 10 ) termasuk dalam bilangan puluhan.

contoh soal psikotes koran dan jawabannya

Contoh Cara Mengerjakan Tes Koran #2

https://www.youtube.com/watch?v=BRLYOFwTQec

Berikut ini adalah contoh angka tes Kraepelin yang bisa Anda jadikan sebagai gambaran.

5 7 6 9 2

3 8 4 0 5

1 8 1 2 6

0 4 7 5 1

8 3 5 4 7

4 5 3 7 4

6 9 0 5 2

2 6 9 8 9

Pada contoh angka di atas, Anda harus menjumlahkan angka 2 dengan angka 6 yang ada di atasnya. Kemudian hasilnya adalah 8, dan angka tersebut harus ditulis di samping kanan di antara kedua angka tersebut. Setelah itu, Anda menjumlahkan angka 6 dengan angka 4.

Nah, hasilnya kan 10, maka Anda hanya menulis 0 saja disebelah kanan antara dua angka tersebut. Selanjutnya, Anda menjumlahkan angka 4 dengan 8 yang hasilnya adalah 12 dan Anda cukup menulisnya 12 saja yang berada di sebelah kanan antara kedua angka tersebut hingga seterusnya.

Dari tes perhitungan yang sudah anda lakukan di atas, ternyata hasil dari tes Kraepelin ini bisa digunakan untuk mengetahui tipe performance dari seseorang yang meliputi beberapa hal di bawah ini.

  1. Untuk hasil penjumlahan angka yang rendah, biasanya dapat digunakan untuk mengindikasikan sebuah gejala depresi mental.
  2. Jika terlalu banyak salah dalam menghitung, maka hal ini dapat mengindikasikan adanya distraksi mental.
  3. Sedangkan jika terjadi penurunan grafik yang tajak, maka hal ini dapat mengindikasikan epilepsi atau hilang ingatan sesaat sebelum mengerjakan tes.
  4. Sedangkan jika rentang ritme dari grafik ini terlalu besar atau antara puncak tertinggi dengan yang terendah, maka seseorang tersebut memiliki gangguan secara emosional.

Tes ini juga digunakan sebagai tes bakat lho, jadi, dengan menggunakan tes ini seseorang dapat mengetahui bakat yang dimiliki. Nah, dalam tes bakat ini tes Kreapelin digunakan untuk mengukur maximum performance seseorang.

Oleh karena itu, dalam tes ini tekanan dan interpretasi lebih menjadi dasar dari hasil tes yang dapat dinilai secara objektif nya. Berdasarkan perhitungan objektif nya, maka dalam tes bakat ini bisa diinterpretasikan 4 hal sebagai berikut:

  1. Faktor kecepatan (speed factor)
  2. Faktor keajekan (rithme factor)
  3. Faktor ketelitian (accuracy factor)
  4. Dan yang terakhir adalah faktor ketahanan (ausdeur factor).

Adapun menurut Guildford, dalam proses penjumlahan item yang berbentuk angka satuan ini, jika ditinjau dari fungsi mentalnya tergolong dalam convergent thinking. Hanya saja, jika dilihat dari sisi itemnya, ternyata termasuk dalam numerical facility atau kecakapan dalam menggunakan angka secara cepat dan juga teliti.

Sedangkan menurut Freeman, hasil dari tes Kraepelin ini sangat dipengaruhi oleh dua faktor yakni sensory perception dan juga motor respons. Menurut Thruston, mengatakan bahwa item-item yang ada pada tes Kraepelin ini mengandung salah satu kemampuan mental primer yang terifia atas faktor number dimana di sana terdapat kemampuan menghitung simple aritmeric yang teliti dan juga tepat.

Peralatan yang Dibutuhkan Dalam Mengerjakan Tes Kraepelin

peralatan yang dibutuhkan dalam mengerjakan tes kreapelin

Nah, bagi Anda yang akan mengerjakan tes ini, ada beberapa peralatan yang wajib dan sangat dibutuhkan. Adapun beberapa peralatan ini adalah sebagai berikut:

  1. Lembar soal tes Kraepelin yang aman dalam lembar ini terdiri atas 45 lajur angka. Namun, biasanya soal yang dikerjakan oleh para peserta hanya terdiri atas 40 lajur angka saja.
  2. Pensil (disarankan Anda membawa cadangan)
  3. Stopwatch
  4. Meja yang luas, sehingga peserta dapat membuka lembaran lipatan soal dengan mudah.
  5. Kursi
  6. Papan tulis dan juga kaur tulis arau flipchart yang digunakan untuk menjelaskan bagaimana cara mengerjakan soal tes tersebut.

Prosedur Pelaksanaan Tes Kraepelin

prosedur pelaksanaan tes kreapelin
www.youtube.com

Adapun dalam proses pengerjaannya, Anda harus mengikuti semua prosedur yang diterapkan. Adapun prosedur tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Bagikan soal kepada para peserta tes.
  2. Peserta tes diminta untuk mengisikan identitas pribadi dengan lengkap pada bagian lebar paling depan. Jangan lupa untuk mengatakan tidak untuk tidak membuka lembar tes sebelum adanya perintah lebih lanjut.
  3. Ada saat peserta mengisi identitas kutiplah beberapa contoh soal tes Kraepelin di papan tulis yang sudah disediakan.
  4. Instruksi

Dalam tes ini, akan ada beberapa kolom yang harus dihadapi dimana kolom tersebut terdiri atas angka-angka. Adapun tugas Anda adalah sebagai berikut:

  1. Menjumlahkan setiap angka dengan angka yang ada di atasnya. Jadi, dalam proses pengerjaan dari bawah terlebih dahulu.
  2. Hasil dari penjumlahan hanya ditulis angka satuannya saja. misalnya 4 dan 9 maka Anda cukup menulis 3 meskipun jumlahnya adalah 13. Tulislah angka tersebut di sebelah kanan diantara kedua angka tersebut.
  3. Jika Anda membuat kesalahan dalam menulis misalnya 6 tapi menulis sembilan, maka Anda tidak perlu menghapus angka tersebut, yang perlu dilakukan adalah coret angka yang salah dan betulkan yang ada di sampingnya.
  4. Dalam mengerjakan, anda akan mendengar beberapa ketukan. Jika Anda mendengarnya, maka Anda harus pindah ke kolom yang ada di sebelahnya. Dalam hal ini Anda harus memulai mengerjakan dari bawah ke atas lagi dan seterusnya.
  5. Sebaiknya dalam proses mengerjakan harus dilakukan dengan cepat dan teliti.

Penilaian Tes Kreapelin

penilaian tes kreapelin
www.detikpendidikan.com

Dalam tes ini juga terdapat penilaian yang dijadikan patokan. Adapun penilaian ini adalah sebagai berikut:

  1. Menyambung garis dari puncak tertinggi hingga membentuk grafik
  2. Garis timbang yakni puncak tertinggi + puncak terendah :2
  3. Kecepatan mengerjakan setiap jalur per menit : 2 x (jumlah angka di atas garis timbang –dibawah garis timbang) : 40.
  4. Ketelitian: jumlah kesalahan 15 jalur ( 5 jalur di bagian depan, 5 jalur di bagian tengah dan 5 jalur di bagian akhir)

Bagaimana? Sudahkah Anda siap mengerjakan tes Kraepelin ini? untuk mengerjakan soal ini maka Anda harus latihan berhitung cepat. semoga informasi ini bermanfaat.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.