Peta Topografi: Karakteristik, Komponen, Cara Membaca serta Manfaatnya

Peta Topografi – Tahukah Anda bahwa peta terdiri dari beberapa jenis. Tetapi, secara garis besar pembagiannya menjadi dua yakni peta khusus dan peta umum. Dimana peta khusus ialah sebuah peta yang menggambarkan suatu kenampakan saja, sedangkan peta umum ialah peta yang menggambarkan kenampakan permukaan bumi secara umum atau keseluruhan.

Lalu peta topografi masuk ke dalam jenis peta apa? Peta topografi merupakan peta yang menggambarkan pemetaan tempat pada permukaan bumi yang menunjukkan bentuk serta ketinggiannya dengan garis-garis ketinggian. Sehingga peta topografi termasuk ke dalam jenis peta khusus.

Untuk mengetahui secara lebih jelas, simak penjelasan berikut ini tentang peta topografi!

Pengertian Peta Topografi

pengertian peta topografi
www.romadecade.org

Sesuai dengan penjelasan di atas, peta topografi termasuk ke dalam jenis peta khusus, dimana jenis peta ini menggambarkan bentuk relief rendah dan tingginya permukaan bumi secara luas menggunakan garis-garis.

Garis tersebut sendiri dikenal dengan istilah garis kontur yakni suatu garis yang menghubungkan antara daerah dengan ketinggian yang sama. Dengan demikian, maka peta ini bisa dengan mudah digunakan untuk mengetahui ketinggian suatu tempat.

Yang selanjutnya bisa memudahkan seseorang untuk memperkirakan kemiringan atau kecuraman suatu lereng. Dalam hal ini, tentu garis kontur merupakan komponen dalam peta topografi yang tak bisa dihilangkan. Karena fungsi utamanya untuk menghubungkan dua segmen garis yang berhubungan antara satu dengan lainnya. Sehingga garis tersebut pun tidak berpotongan.

Karakteristik Peta Topografi

karakteristik peta topografi
symbianplanet.net

Pada dasarnya semua jenis peta mempunyai karakteristik serta ciri khusus yang berbeda-beda. Nah untuk peta topografi sendiri tak bisa memberikan informasi yang cukup banyak, hanya sebatas informasi tinggi rendahnya bentuk permukaan bumi dan penampakan alamnya saja.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini karakteristik peta topografi:

  • Tak Berwarna-Warni

Peta topografi berbeda jauh dengan peta pada umumnya. Ya, jika peta pada umumnya menggunakan berbagai warna seperti kuning, hijau atau cokelat, maka jenis peta ini hanya memiliki warna sedikit saja. 

Hal tersebut karena memang fungsi utama peta topografi ialah hanya sebagai kontur tanah saja. Sehingga garis-garis kontur yang digambarkan pun harus tercetak secara jelas supaya pembaca mudah memahaminya.

  • Menggunakan Garis-Garis Kontur

Seperti yang dikatakan di atas bahwa garis kontur tak dapat dipisahkan dari peta topografi. Hal tersebut karena memang garis kontur hanya dimiliki oleh jenis peta ini, atau dalam artian peta lain tak memilikinya.

Dimana garis kontur dalam peta topografi sendiri berupa garis-garis halus tapi tegas, serta jumlahnya sangat banyak. Sehingga hampir seluruh peta dipenuhi oleh garis tersebut.

Selain itu, garis kontur ini juga merupakan kombinasi dari dua segmen garis yang berhubungan satu dengan lainnya, tanpa terdapat potongan. Sehingga hal tersebut menunjukkan, titik elevasi atau titip dalam peta, supaya pembaca bisa mengetahui secara jelas keadaan wilayah yang sedang dimaksud.

  • Menyajikan Informasi Mengenai Tinggi Rendahnya Kontur Tanah atau Permukaan Bumi

Dalam peta topografi menjelaskan tentang sebuah keadaan atau kontur tanah yang terdapat dalam suatu wilayah. Misalnya tinggi rendahnya jenis tanah dalam suatu wilayah tertentu, sehingga bermanfaat untuk pembentukannya.

  • Menggunakan Skala Besar dan Detail

Karakteristik peta topografi lainnya ialah menggunakan skala besar. Dimana skala yang digunakan tersebut adalah perbandingan antara ukuran gambar dengan keadaan yang sebenarnya. 

Selain itu, skala dalam peta topografi pun sangat bervariasi, yakni semakin kecil skala yang digunakan maka informasi yang diberikan pun akan semakin sedikit. Sehingga sebaliknya, jika skala yang digunakan semakin besar, maka informasi yang diberikan pun akan semakin banyak pula.

Dengan demikian, peta topografi kebanyakan menggunakan skala yang besar, sebab disesuaikan dengan informasi yang akan diberikan. Hal tersebut juga karena peta ini bertujuan untuk menginformasikan mengenai kontur tanah. Bahkan dalam pembuatannya pun, proses gambar yang dibuat harus benar-benar dengan teliti, agar pembaca bisa melihat keadaan topografi tanah secara jelas layaknya melihat aslinya.

Fungsi Peta Topografi

fungsi peta topografi
docplayer.info

Fungsi peta topografi sendiri ialah memiliki fungsi khusus, untuk memberikan informasi tentang kontur tanah dalam suatu wilayah menggunakan bantuan garis-garis kontur. Dimana peta ini dibuat guna memberikan suatu informasi penting tentang keberadaan, lokasi, jarak lokasi penduduk, rute perjalanan serta komunikasi.

Komponen Peta Topografi

komponen peta topografi

Peta topografi merupakan suatu peta yang sering difungsikan terutama pada lembaga tertentu layaknya peta lainnya. Selain itu, jenis peta ini juga mempunyai komponen-komponen tersendiri yang tak dimiliki jenis lainnya.

Adapun komponen peta topografi yakni:

  • Judul Peta

Judul peta diambil dari bagian yang terbesar dari wilayah serta tercantum dalam satu lembar peta. Dimana letak judul sendiri berada di bagian paling atas peta. Tetapi berbeda dengan peta buatan badan koordinasi survei dan pemetaan, dimana judul peta diletakkan di samping.

  • Legenda Peta

Legenda peta ialah suatu penjelasan mengenai simbol-simbol yang ada dalam peta tersebut. Dimana bagian ini merupakan komponen yang sangat vital dan penting. Karena memang, tanpa legenda akan membuat seseorang buta atau tak dapat membaca peta.

Oleh karenanya, secara tak langsung, keberadaannya mampu memudahkan seseorang untuk menemukan suatu objek dengan menyesuaikan simbol yang ada di legenda.

  • Garis Koordinat

Bila Anda membaca peta topografi, maka akan melihat jaring-jaring yang berada dalam peta, dimana jaring tersebut berupa garis vertikal dan horisontal. Nah, garis tersebutlah yang disebut sebagai garis koordinat. 

Kegunaan dari garis koordinat sendiri ialah sebagai batas perhitungan koordinat. Selain itu, koordinat ini juga memiliki 2 macam, yakni koordinat grid dan koordinat geografis. Dimana, koordinat grid ialah jaring-jaring koordinat lokal yang berfungsi sebagai acuan pengkoordinatan dalam peta. 

Umumnya disebutkan menggunakan angka serta dikenal sebagai koordinat 8 angka atau 12 angka. Sebagai contoh, pada peta w:st= “on” Indonesia memiliki 2 acuan pokok dalam koordinat gird, yakni sistem UTM/ UPS atau LCO. Dalam hal ini masing-masing sistem menggunakan acuan 0 derajat yang berbeda.

Nah, sedangkan koordinat geografis ialah koordinat dari jaring-jaring bumi yang terdiri atas garis bujur (vertikal) dan garis lintang (horizontal). Untuk penulisannya sendiri yakni menggunakan koordinat geografis, derajat, menit serta detik. 

  • Skala Peta

Untuk komponen peta topografi ini memang juga terdapat pada peta umumnya. Dimana skala sendiri menunjukkan ukuran dalam lembar peta menggunakan ukuran yang sesungguhnya. 

Selain itu, skala peta ini memiliki dua jenis yakni skala angka dan skala garis. Adapun perhitungan skala yang digunakan yakni jarak sebenarnya = jarak pada peta x skala. Sebagai contoh 1:30000, maka untuk cara membacanya ialah 1 cm dalam peta ialah 30000 cm atau 30 km pada medan sebenarnya.

  • Garis Kontur/Garis Ketinggian

Dalam peta topografi, garis kontur wajib ada, dimana kegunaannya sendiri ialah untuk mengetahui ketinggian yang sama dalam peta. Garis ini sendiri mirip dengan sidik jari, serta garis kontur tidak saling memotong tetapi dapat bersinggungan.

Sedangkan pada lokasi renah, akan melingkari pada lokasi yang lebih tinggi. Yakni dengan kata lain, garis pada bagian dalam menjadi lebih tinggi dari pada garis yang berada di bagian luar. 

Selain  itu garis kontur yang menggunakan pola huruf “V” atau runcing menunjukan sungai atau jurang. Sedangkan garis kontur “U” atau bentuk melengkung menunjukkan pegunungan, sedangkan pola “O” menunjukkan kawah atau puncak.

  • Tahun Pembuatan Peta

Tahun pembuatan ialah keterangan yang menerangkan kapan tahun terakhir peta diperbaharui. Dalam hal ini, tahun pembuatan sangat penting, sebab kondisi permukaan bumi bisa berubah kapan saja.

  • Deklinasi

Deklinasi ialah garis keterangan yang menerangkan antara beda utara peta dan utara kompas atau utara magnetik. Dimana perbedaan ini terjadi karena di posisi utara bumi menjadi tempat kebanyakan manusia hidup. Ya, utara bumi ini ditujukan menggunakan kutub utara, tetapi sumbu utara magnet-nya berada pada pulau yang dekat dengan dataran Green Land.

Dimana lokasi tersebut setiap tahunnya akan bergeser sekitar 0.02 detik ke arah timur ataupun arah barat. Sehingga utara yang sesungguhnya bisa ditentukan dengan cara mengkonversi antara utara peta dengan utara magnetik.

Dalam hal ini deklinasi direvisi secara rutin 5 tahun sekali serta akan dicantumkan pada setiap lembar peta.  Mengingat peta merupakan alat bantu dalam geografi, tentu peta yang dibuat harus ideal, yakni mudah dibaca serta mudah digunakan. Selain itu, sifatnya yang khusus membuat peta topografi ini tak bisa digunakan oleh masyarakat umum, namun hanya bisa digunakan oleh lembaga tertentu saja.

Membaca Peta Topografi

membaca peta topografi

Peta topografi atau yang disebut juga dengan peta Rupa Bumi Indonesia (RBI merupakan salah satu peta dasar yang difungsikan dalam ekspedisi, perencanaan, serta aktivitas navigasi lainnya.

Sedangkan untuk memahami atau membaca peta topografi tentu harus memahami terlebih dahulu garis kontur serta bagian apa yang ingin Anda jelaskan menggunakan garis tersebut. Nah, setelah memahami secara benar tentang garis kontur, maka Anda bisa memahami dan membaca peta topografi secara baik. 

Selain itu, perlu diketahui pula bahwa informasi yang ada di pada peta topografi dibagi ke dalam 2 bagian, yakni informasi bentukan relief atau bentukan lahan suatu lokasi serta informasi dari ketinggian suatu lokasi.

  • Informasi Ketinggian suatu Lokasi

Informasi ini bisa diketahui dengan cara melihat titik ketinggian yang ada dalam peta, serta bisa dilakukan juga dengan cara melihat notasi ketinggian yang terdapat dalam garis kontur peta.

  • Ilustrasi Titik Ketinggian dalam Peta Kontur

Dalam contoh peta topografi Anda dapat melihat titik-titik ketinggian tertentu yang ada di antara garis kontur. Untuk ukurannya sendiri tentu sesuai dengan peta topografi uang dibuat.

Nah, melalui titik garis kontur tersebut bisa menunjukkan bahwa titik itu lebih tinggi ketimbang garis kontur itu sendiri, bahkan juga lebih rendah ketimbang garis kontur yang berada di bawahnya.

  • Informasi Bentuk Lahan

Dalam hal ini, informasi bentuk lahan memang tak bisa didapatkan secara langsung, tetapi harus dengan melalui proses interpretasi peta terlebih dahulu. Dimana informasi ini bisa didapatkan dari interpretasi data garis kontur dan pola-pola yang berada di garis kontur pada suatu lokasi.

Oleh karenanya, semakin rapat garis konturnya maka juga akan semakin terjal lereng, sebaliknya jika garis konturnya semakin renggang maka lerengnya pun akan semakin renggang.

Manfaat Peta Topografi

manfaat peta topografi
dosengeografi.com

Lalu apa manfaat peta topografi dan kapan bisa dimanfaatkan? Untuk manfaatnya sendiri beragam sesuai kebutuhan, mulai dari orienteering, hiking, sampai penyelamatan. Bahkan peta ini juga sering dimanfaatkan dalam desain, pertanahan, hingga studi ilmu bumi.

Selain demikian, beberapa manfaat peta topografi yakni:

  • Peta Topografi

Ya, aktivitas hiking tentunya sangat membutuhkan peta topografi sebagai penunjuk rute mana yang ingin diambil. Hal tersebut agar pendaki bisa mengetahui bagaimana medan yang akan dilalui.

Namun memang, agar seseorang bisa mendapatkan medan yang baik, tentu harus bisa membaca peta topografi, sebab jika tidak salah-salah orang tersebut akan menemukan medan yang berbahasa bahkan tersesat.

  • Orienteering

Tak hanya aktivitas hiking, ketika seseorang melakukan orienteering juga membutuhkan peta topografi sebagai alat navigasi. Dalam hal ini manfaat peta topografi ialah sebagai penunjuk arah, menentukan lokasi, serta menentukan koordinat. 

  • Penyelamatan

Ketika terjadi suatu kecelakaan atau hal lainnya yang membutuhkan penyelamatan, tentu sangat membutuhkan peta topografi guna memprediksi medan yang akan dihadapi, terutama keberadaan korban. Dalam hal ini keberadaan peta topografi sangat penting, mengingat penyelamatan harus bisa dengan menentukan lokasi yang tepat dimana korban terakhir berada.

  • Perencanaan

Mengapa perencanaan sangat membutuhkan peta topografi? Hal tersebut karena, ketika merencanakan suatu wilayah, tentu pemerintah harus bisa memahami serta mengetahui bagaimana karakteristik topografi dari wilayah tersebut. Sehingga tanpa adanya peta topografi tentu hasil yang diperoleh tak akurat, bahkan sukar untuk melaksanakan perencanaan.

Hal tersebut karena memang, manfaat peta topografi dalam hal ini ialah untuk mengatur jaringan jalan, jaringan irigasi, zona perumahan serta zona kawasan budidaya atau lindung. Selain itu, ketinggian dan kemiringan lereng juga perlu diperhatikan untuk menentukan lokasi-lokasi tersebut. Dengan demikian peta topografi yang paling tepat digunakan dalam aktivitas ini.

  • Desain Arsitektur dan Sipil

Desain arsitektur dan sipil juga membutuhkan peta topografi? Ya, keberadaan peta topografi sangat dibutuhkan terutama ketika sedang melakukan pembuatan struktur bangunan awal dan tapak site plan.

Hal tersebut berguna, dengan adanya informasi kelerengan dan ketinggian yang akurat, maka arsitek bisa membuat bangunan yang sangat indah, baik dalam hal struktur ataupun estetika. Selain demikian, dari segi teknik sipil, informasi tentang kelerengan dan ketinggian juga dibutuhkan ketika membuat bangunan besar seperti membangun gedung besar, terowongan, jalan layang ataupun jembatan.

Bahkan dengan adanya peta topografi, insinyur juga bisa memperoleh gambaran umum tentang suatu wilayah, sehingga hal tersebut lebih menghemat biaya survey dalam proyek.

  • Studi Ilmu Bumi

Tentu saja studi ilmu bumi memiliki kaitan yang erat dengan peta topografi. Dimana kegunaannya ialah untuk menghitung laju erosi, run off air, laju degradasi tanah, bantuan hingga potensi terjadinya bencana pergerakan tanah.

Dengan demikian, mempelajari ilmu bumi tentunya harus dengan materi interpretasi dan pembuatan peta topografi yang sangat mendalam agar bisa memahaminya secara baik.

  • Pertahanan dalam Dunia Militer

Apa manfaat peta topografi dalam dunia militer? Ketika terjadi peperangan, tanpa adanya peta ini maka angkatan bersenjata akan kesulitan dalam mempertahankan posisi serta menyerang posisi musuh. 

Hal tersebut karena, ketika menyerang informasi ketinggian sangat berguna dalam memetakan wilayah musuh yang berpotensi diserang. Selain itu, juga berguna untuk melihat pertahanan musuh yang lemah, sehingga lebih mudah diserang.

Baca Juga Peta Dunia

READ  Peta Indonesia: Pengertian, Manfaat, Geografis dan Kawasannya

Sedangkan dalam hal pertanahan, keberadaan peta topografi sangat penting dalam memetakan wilayah mana yang mempunyai potensi pertahanan baik. Dengan begitu, tentu tentara bisa membangun basis pertanahan di wilayah tersebut, serta juga bisa melakukan aksi bertahan ataupun arena denial untuk menghadang musuh.

Termasuk ke dalam jenis peta khusus, keberadaan peta topografi memang sangat berarti dalam berbagai bidang kehidupan. Dengan demikian, tentu sebenarnya jenis peta ini tak hanya dipelajari oleh lembaga tertentu saja, namun juga oleh masyarakat luas. Sehingga hal tersebut juga sebenarnya harus dipertimbangkan oleh pemerintah untuk memasukkan pembelajaran peta topografi ke mata pelajaran sekolah.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.