Tips Budidaya Ikan Nila Berhasil dan Mudah beserta Proses Perawatannya

Ikan nila – Lelah bekerja sebagai karyawan dan ingin mencoba usaha sendiri di rumah? Ya, di usia paruh baya, seseorang akan lelah bekerja di kantor sebagai karyawan dan memilih untuk membuka usaha sendiri di rumah. 

Namun, beberapa orang bingung mau usaha apa tetapi menginginkan hasil yang berlimpah. Jika Anda termasuk golongan yang demikian, sepertinya budidaya ikan nila adalah salah satu cara yang tepat untuk digeluti. 

Ya, ikan nila merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang banyak dikonsumsi oleh mayoritas masyarakat Indonesia. Ikan ini dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan karena rasanya yang enak dan mudah diterima di lidah orang manapun.

Selain itu, budidaya ikan nila bisa dikatakan cepat dan menguntungkan. Bahkan, seseorang peternak ikan nila pernah mendapatkan keuntungan hingga mencapai 250 juta dalam sekali panen ikan ini. Nah, untuk Anda yang ingin mencoba keberuntungan budidaya ikan ini, yuk langsung saja simak informasi selengkapnya di bawah ini. 

Persiapan Kolam

persiapan kolam

Ketika Anda ingin melakukan budidaya ikan mau itu jenis ikan apapun termasuk nila, maka hal pertama yang harus dimiliki adalah kolam. Kolam yang dibutuhkan untuk budidaya juga tidak Cuma satu, namun harus banyak. 

Untuk membuat kolam juga tidak boleh sembarangan, terdapat syarat dan ketentuan yang berlaku. Nah, di bawah ini akan disajikan bagaimana cara membuat kolam yang benar untuk budidaya ikan;

Syarat Lokasi 

Ikan nila adalah salah satu jenis ikan yang akan tumbuh baik di dataran rendah dengan ketinggian 500 m di atas permukaan air laut.

Kurang dari itu atau lebih dari itu sering kali membuat pertumbuhan ikan ini tidak sesuai dengan yang diharapkan. Oleh sebab itu, ada baiknya jika kolam budidaya dibuat pada tempat tersebut. Tidak hanya itu saja, suhu kolam ikan juga harus pas. Adapun suhu kolam yang diperlukan adalah antara 27-30 derajat celcius. 

Tujuannya adalah agar ikan bisa hidup dengan nyaman, sebab kolam yang terlalu panas atau terlalu dingin juga berdampak pada kondisi ikan. Jika Anda ingin membuat kolam indukan, ada baiknya kolam ini dibuat tidak terlalu luas. Namun, kolam harus dibuat cukup dalam. Kurang lebih kedalaman yang diperlukan untuk membuat kolam indukan antara 100 hingga 140 cm. 

Proses Persiapan Kolam 

Jika Anda sudah memenuhi syarat pembuatan kolam di atas, maka langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah memilih jenis kolam yang sesuai dengan Ada. Ada beberapa jenis kolam yang ada dan Anda harus mempersiapkannya dengan benar sebelum kolam bisa dipakai.

Adapun langkah-langkah persiapan kolam ini antara lain adalah sebagai berikut:

  • Ketika membuat kolam, kebanyakan orang akan langsung mengisinya dengan air. Padahal hal ini salah karena kolam yang langsung diisi air akan mengalami penyurutan air. Nah, yang perlu dilakukan adalah melakukan pengeringan selama 14 hari sebelum bibit ikan ditebarkan. 
  • Dalam proses pengeringan ini, Ada harus menebarkan kurang lebih 150 kg GDM SaMe Granule Bio Organik pada satu hektare lahan dalam waktu 10 hari sebelum bibit ditebarkan. 
  • Setelah itu, baru deh Anda bisa mengisi kolam dengan air pada ketinggian 10 cm selama 10 hari sebelum bibit ditebarkan. 
  • Jika sudah, larutkan kembali 5 KG GDM Black BOS dengan air dan masukkan ke dalam kolam selama 10 hari sebelum bibit ikan ditebarkan. 

Adapun dalam proses persiapan kolam menggunakan bantuan dari produk GDM memiliki tujuan. Tujuannya adalah agar kolam tersebut lebih nyaman untuk dihuni oleh bibit ikan. Dengan demikian bibit akan lebih mudah beradaptasi, sehingga tumbuh menjadi ikan yang sehat dan gemuk. 

Perawatan Kolam Ikan Nila

perawatan kolam ikan nila

Jika tahap persiapan kolam sudah dilakukan, maka saatnya Anda siap untuk menebarkan bibit ikan. Nah, dalam tahan ini, Anda jua memerlukan yang namanya perawatan kolam. Dalam penerapannya, proses perawatan kolam dibagi menjadi tiga jenis yakni perawatan kolam terpal, perawatan kolam tembok dan perawatan kolam tanah.

Di sini Anda bisa menyesuaikan perawatan kolam sesuai dengan jenis kolam yang dimiliki untuk budidaya ikan ini. 

Perawatan Pada Kolam Terpal 

Untuk Anda yang menggunakan kolam terpal, berikut ini adalah langkah-langkah yang harus dilakukan dalam upaya perawatan kolam untuk budidaya ikan nila:

  • Bisa dikatakan bahwa kolam terpal pada umumnya minim perawatan. Hal yang perlu diperhatikan jika Anda menggunakan kolam ini adalah jangan biarkan sampai terpal tersebut mengalami kebocoran apalagi sobek. 
  • Pastikan juga bawa suhu kolam ini pas. Suhu kolam yang baik untuk kolam terpal antara 25 sampai 30 derajat celcius. 
  • Untuk kedalamannya sendiri adalah 100 sampai 120 cm dengan pH kolam 7. 
  • Jika ikan nila sudah memasuki masa panen, maka setelah selesai panen pastikan bahwa air yang ada di kolam ini harus diganti dengan yang baru. 

Dengan menerapkan perawatan kolam di atas, maka ikan akan lebih tenang dan nyaman saat tumbuh dan berkembang. Dengan begitu, hasil panen yang Anda dapatkan juga akan meningkat. 

Perawatan Pada Kolam Tanah 

Sama seperti halnya kolam terpal, kolam tanah juga membutuhkan perawatan. Di bawah ini adalah langkah-langkah yang harus dilakukan dalam upaya perawatan kolam untuk budidaya ikan nila:

  • Untuk jenis kolam tanah, air yang digunakan haruslah air yang bersih. Air ini harus terbebas dari limbah terlebih lagi pestisida. 
  • Air juga harus diganti dalam jangka waktu sesering mungkin sesuai dengan kepadatan ikan yang ada di kolam. 
  • Air yang diganti harus kurang lebih 20% dari volume air yang ada di kolam. Jika lebih juga tidak masalah, justru lebih baik. 

Pada intinya, perawatan untuk kolam tanah jauh lebih mudah. Yang perlu dilakukan hanya sering mengganti air yang ada di dalam kolam. Tujuannya agar ikan tetap yaman dan berada di air yang bersih setiap saat. 

Perawatan Pada Kolam Tembok 

Untuk Anda yang melakukan budidaya ikan dengan menggunakan kolam tembok, perawatannya sendiri cukup mudah dilakukan. Berikut ini adalah langkah-langkah yang harus dilakukan dalam upaya perawatan kolam untuk budidaya ikan nila:

  • Bersihkan kolam secara teratur jika airnya sudah keruh dan berbau. Hal yang harus dilakukan adalah dengan membuang 1/3 air dalam kolam dan kemudian mengisinya dengan air yang baru hingga airnya kembali bersih. 
  • Jika di atas kolam terdapat tanaman yang berpotensi mengganggu ikan yang ada di dalamnya. Maka segera bersihkan, sebab hal ini akan mengganggu pergerakan dari ikan nila. 

Proses Pra Tebar Bibit Ikan Nila 

proses pra tebar bibit ikan nila 

Jika Anda sudah tahu bagaimana cara merawat kolam, hal yang perlu diperhatikan lagi ketika anda ingin melakukan budidaya ikan ini adalah roses pra tebar bibit ikan.

Proses pra tebar ini dilakukan pada H-7 sebelum bibit di tebar di kolam. Hal yang perlu Anda lakukan adalah dengan menyiramkan suplemen organik ke dalam lahan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan jumlah zooplankton dan plankton yang ada dalam kolam.

Nah, zooplankton dan plankton ini berguna sebagai pakan alami untuk bibit ikan yang baru saja ditebarkan. Dengan cara ini, Anda akan menjadi lebih hemat pakan untuk bibit ikan nila. Tidak hanya itu saja, pemberian pakan alami juga jauh lebih sehat. Bahkan, pakan ini juga lebih disukai oleh bibit ikan. 

Tips Menyeleksi Induk Ikan Nila Terbaik 

tips menyeleksi induk ikan nila terbaik 

Dalam proses budidaya ikan nila, hal yang harus dilakukan pertama kali adalah menyeleksi indukan ikan terlebih dahulu. Tujuannya adalah untuk mendapatkan bibit ikan terbaik dan siap untuk dibudidayakan. Berikut ini adalah ciri-ciri indukan ikan yang baik untuk dibudidayakan;

Ikan Betina

Indukan ikan betina yang baik memiliki ciri-ciri seperti di bawah ini:

  • Warna ikan keabu-abuan dimana di bagian sirip ekor juga berwarna abu-abu. 
  • Perut ikan lebih besar dibandingkan dengan tubuh yang lembek. 
  • Ukuran tubuhnya juga sedang dimana bobotnya sekitar 100 gram.
  • Untuk nilai betina memiliki tiga buah lubang di bagian belakang. Lubang ini antara lain adalah lubang anus, lubang genital dan lubang urogenital. Indukan yang siap untuk dipijah biasanya memiliki lubang saluran telur yang berwarna agak kemerahan. 

Ikan Jantan 

Indukan ikan jantan yang baik memiliki ciri-ciri seperti di bawah ini:

  • Warna ikan lebih kehitam-hitaman dan lebih gelap dibandingkan dengan ikan betina. 
  • Induk tidak mengalami cacat dan terluka. Ia juga gesit dalam berenang dan memiliki gerak yang lincah. 
  • Di bagian sirip punggungnya berwarna merah cerah. Ada dua buah lubang di bagian belakang dimana lubang genitalnya menonjol dengan jelas.
  • Indukan yang baik yang berumur 4-5 bulan dengan bobot ikan per ekor kurang lebih 120 hingga 180 gram. 

Proses Pemijahan Ikan Nila 

pemijahan ikan nila

Setelah Anda melalui proses seleksi induk ikan yang baik, langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah pemijahan. Adapun proses pemijahan ikan ini antara lain adalah sebagai berikut:

  • Proses pemijahan diawali dengan menebarkan indukan jantan dan betina pada satu kolam yang sama. Adapun perbandingannya adalah 1:3 dimana jumlah betina harus lebih banyak. 
  • Proses perawatannya sama yakni dengan diberi pakan seperti biasa. Nantinya ikan tersebut akan mengalami proses perkawinan secara alami di hari ke tujuh. 
  • Ikan nila jantan nantinya akan membuat sebuah ceruk atau lubang yang besar di bagian dasar kolam. Nah, telur nila yang akan dibuahi oleh jantan akan diletakkan di sini. Sedangkan ikan nila betina akan menyimpan telurnya di dalam mulut. 
  • Selama masa pengeraman, yang perlu Anda lakukan adalah mengurangi proses pemberian pakan. Hal ini karena ikan betina akan berpuasa selama masa pengeraman. 
  • Proses pengeraman berlangsung selama tujuh hari dimana larva ikan nantinya akan menetas dalam waktu yang bersamaan. Larva-larva ikan yang mungil ini nantinya akan berenang ke area pinggir kolam. Tugas Anda adalah mengambil larva ikan ini dan kemudian dipindahkan ke kolam larva. 

Proses Penanganan dan Penetasan Telur Ikan Nila 

proses penanganan dan penetasan telur ikan nila 

Jika larva ikan yang sudah menetas dipindahkan ke kolam larva. Maka proses budidaya ikan ini dilanjutkan dengan memberi pakan ikan yang mengandung protein tinggi. Berilah makanan yang memiliki tekstur seperti tepung halus. 

Proses pemberian makan juga dilakukan dalam kurun waktu 3-4 hari sekali sebanyak satu sendok teh saja. Adapun masa perawatan larva ikan ini akan berlangsung selama 3 sampai 4 minggu. Setelah ini, bibit ikan akan siap dipindahkan ke kolam pendederan ketika ia sudah memiliki panjang tubuh 2-3 cm. 

Persiapan Bak Pendederan 

persiapan bak pendederan 

Bak pendederan ini digunakan untuk menampung larva ikan yang sudah berukuran 2-3 cm. untuk ukuran baknya sendiri disesuaikan dengan besarnya larva yang ada. Jika ukuran larva lebih besar, maka Anda bisa menggunakan bak beton. 

Hal yang perlu Anda lakukan adalah menyiapkan tiga buah bak beton dengan ukuran yang berbeda. Hal ini karena nantinya ikan akan dipindahkan pada kolam yang lebih besar hingga ukuran ikan mencapai level tertentu. 

Proses Pendederan Ikan Nila 

proses pendederan ikan nila 

Setelah roses persiapan bak pendederan selesai, proses budidaya ini dilanjutkan dengan proses pendederan ikan. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  • Jika larva ikan sudah berusia 7 hari, maka sudah waktunya bagi larva pindah ke kolam peredaran pertama. Di kolam ini, ikan akan dipelihara dalam waktu tiga sampai empat minggu. 
  • Jika ukuran ikan sudah mencapai 3 cm, maka ia harus dipindahkan ke kolam peredaran berikutnya yang lebih luas. Adapun ukuran lebar kolam ini kurang lebih 30-50 ekor per m2 dengan waktu pemeliharaan yakni 1,5 bulan. 
  • Pada saat waktu pendederan, ikan ini bisa dibuat jenis kelaminnya menjadi jantan semua. Caranya adalah dengan mencampurkan hormon 17 alpha methyltestosteron pada pakannya hingga si larva ini berusia 17 hari. 
  • Selain itu, jangan lupa pakan yang diberikan pada ikan ini harus mengandung protein antara 20 hingga 30 persen dengan FPR 3% dari bobot si ikan selama 3 kali sehari. 
  • Proses pendederan akan selesai apabila benih ikan sudah berukuran 12 cm atau lebih jika di pasaran menginginkan ikan dengan ukuran yang lebih besar lagi. 

Proses Pemindahan Bibit Ikan dari Pendederan ke Kolam  

proses pemindahan bibit ikan dari pendederan ke kolam  

Setelah si ikan nilai ini memiliki ukuran 12 cm, maka ikan tersebut sudah bisa dipindahkan ke kolam atau disemai. Nah, yang perlu Anda lakukan di sini adalah memilih bibit ikan yang sehat, tidak cacat, lincah dan memiliki warna yang cerah mengkilap. 

Langkah selanjutnya adalah dengan mengambil air kolam dengan menggunakan baskom. Setelah itu, masukkan bibit ikan ke dalamnya selama 30 menit. Tujuannya adalah agar si bibit ikan bisa beradaptasi dengan air kolam. Kemudian, langkah selanjutnya adalah dengan menebar bibit ikan dengan pelan-pelan.

Caranya adalah dengan cara memiringkan baskom dan biarkan bibit ikan ini berenang sendiri ke arah kolam. Cara ini akan membuat bibit ikan menjadi lebih siap untuk hidup di alam barunya. Dengan demikian, ikan bisa hidup dan tumbuh dengan lebih baik. 

Baca Juga Hewan Peliharaan

READ  Mengenal Ciri, Jenis, dan Cara Perawatan Burung Beo Si Peniru Suara Manusia

Dengan menerapkan cara budidaya ikan nila di atas, maka Anda bisa menghasilkan ikan yang berkualitas. Tidak hanya berkualitas, namun ikan yang gemuk dan berat. Dengan demikian, jumlah panen akan semakin banyak dan keuntungan yang didapatkan juga akan semakin banyak. Ini menjadi salah satu usaha yang mulai banyak dilirik oleh banyak kalangan karena budidayanya yang mudah dan keuntungan yang menggiurkan. 

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.