8 Perbedaan Massa dan Berat Menurut Ilmu Fisika

Perbedaan massa dan berat – Bagi Anda yang sedang mempelajari ilmu dasar dari fisika, tentunya Anda akan menjumpai beberapa rumus. Contohnya adalah rumus massa dan rumus berat pada sebuah benda. Lalu apa itu massa dan berat? Apakah keduanya memiliki perbedaan?

Massa dan berat merupakan dua hal yang akan sering Anda temui ketika mencoba belajar mengenai ilmu fisika. Sebagian besar orang menganggap bahwa massa dan berat adalah dua hal yang sama, baik dari segi pengertian maupun rumusnya.

Namun nyatanya, keduanya mempunyai perbedaan. Itulah yang membuat sebagian besar orang sering bingung antara massa dan berat, mungkin termasuk Anda. oleh karena itu dibawah ini adalah pembahasan mengenai perbedaan massa dan berat di dalam ilmu fisika.

Perbedaan Massa dan Berat dari Berbagai Sisi

perbedaan massa dan berat dari berbagai sisi
muhammadsyabrina.wordpress.com

Pengertian

Banyak orang yang masih belum benar-benar mengetahui akan massa dan berat dan pada akhirnya menganggap keduanya adalah hal  yang sama. Dari kesalahpahaman itulah, mereka akan mengartikan jika massa adalah berat dan begitupun sebaliknya. 

Namun nyatanya, dari hal yang paling mendasar yakni pengertiannya pun massa dan berat sudah memiliki definisi yang berbeda.

  • Massa merupakan suatu sifat fisika yang berasal dari suatu benda yang kemudian digunakan untuk menjelaskan berbagai perilaku objek yang sudah di pantau. Dengan kata lain, massa merupakan ukuran banyaknya materi yang dikandung oleh suatu benda terlepas dari adanya gaya ataupun volume yang bekerja pada massa tersebut.

Massa suatu benda dimanapun sama, massa benda ketika di bumi dan bulan sama. Massa benda ketika sedang berada di puncak ketinggian juga sama. Mengapa demikian? Karena massa menyatakan banyaknya zat yang dikandung oleh suatu benda.

Contoh kecilnya adalah, apabila Anda mengangkat benda berat di bumi maka Anda bisa mengasosiasi berat benda tersebut dengan massanya. Asosiasi inilah yang dapat diterima untuk benda-benda yang berada di bumi.

Namun lain halnya ketika berada di bulan, maka berat dari benda tersebut akan cenderung lebih kecil dan mudah untuk diangkat. Akan tetapi massa dari benda tersebut tetaplah sama.

  • Perbedaan massa dan berat dari segi pengertian yakni definisi berat yang berarti gaya yang disebabkan oleh gravitasi yang berkaitan dengan massa benda tersebut. massa benda akan selalu tetap meski di tempat yang berbeda-beda.

Akan tetapi berat sebuah benda akan selalu berubah-ubah sesuai dengan tempatnya. Hal ini dipengaruhi oleh percepatan gravitasi yang ada di tempat tersebut. dari definisinya saja, kedua hal ini sudah memiliki perbedaan.

Berat dihitung dengan cara mengalihkan massa pada sebuah benda dengan percepatan gravitasi dimana benda tersebut berada. Hal inilah yang menyebabkan mengapa berat benda yang ada di bumi beratnya akan berbeda dengan benda yang ada di bulan.

Rumus untuk berat adalah W=mg dimana W berat berat benda, m adalah massa benda dan g adalah percepatan gravitasi. Sedangkan untuk satuan berat menurut SI (Sistem Internasional) adalah Newton (N).

Perbedaan massa dan berat yang mendasar lainnya adalah massa tidak dipengaruhi gravitasi sedangkan berat dipengaruhi oleh gravitasi. Massa selalu tetap sedangkan berat akan berubah-ubah sesuai dengan tempat keberadaannya. Massa merupakan besaran yang tidak memiliki arah, sedangkan berat merupakan besaran yang memiliki arah.

Massa termasuk dalam golongan besaran pokok, sedangkan berat termasuk golongan besaran turunan. Massa adalah besaran scalar, sedangkan berat adalah besaran vektor. Alat ukur massa adalah neraca, sedangkan alat ukur berat adalah neraca pegas atau dinamometer. Massa satuannya adalah kilogram (kg) sedangkan berat satuannya adalah Newton (N).

Pengaruh Gaya Gravitasi

Perbedaan massa dan berat juga bisa disebabkan dari pengaruh gaya gravitasi. Berat yang ada di sebuah benda biasanya bergantung pada gaya gravitasi yang ada pada tempat dimana benda tersebut berada.

Berbeda dengan massa, yang besarannya selalu konstan dimanapun ia berada. Hal ini bisa di contohkan dengan massa benda misalnya 70 kg. maka meskipun benda tersebut dibawa ke berbagai tempat, beratnya akan tetap sama yakni 120 kg.

Inersia atau yang biasa dikenal dengan kelembaban merupakan kecenderungan benda untuk menolak perubahan yang ada pada tiap geraknya, hal ini jugalah yang akan menjadikan massa bersifat tetap dan tidak akan pernah berubah meskipun benda tersebut berada ditempat lain bahkan bulan sekalipun.

Berat dari benda tersebut tentu saja sebesar 1200 Newton. Akan tetapi apabila benda tersebut dibawa ke bulan, maka berat dari benda tersebut akan berubah menjadi 200 Newton. Mengapa bisa demikian? Hal ini bisa terjadi karena gravitasi bulan memiliki jumlah 1/6 dari gravitasi bumi.

Apabila dilihat dari massanya maka tentu saja massa tidak akan berubah. Dari sini bisa ditarik kesimpulan jika massa bisa konstan sedangkan berat akan bervariasi.

Jenis Besaran 

Berbeda lagi ketika dilihat dari satuannya, tentunya massa akan sama halnya dengan panjang, suhu, waktu, kuat arus, jumlah zat hingga intensitas cahaya. Enam hal yang sudah disebutkan tadi termasuk besaran pokok sehingga massa juga masuk ke dalam kelompok besaran pokok.

Itulah mengapa massa memiliki satuan yang sudah ditetapkan terlebih dahulu. Perbedaan massa dan berat juga bisa dilihat dari jenis penggolongan antara keduanya. Berbeda dengan berat yang termasuk dalam golongan besaran turunan.

Apabila didasari oleh pengaruh benda terhadap suatu arah, maka massa akan masuk ke dalam besaran scalar.  Berbeda dengan massa, berat justru masuk ke dalam golongan besaran vektor. Hal tersebut dipengaruhi oleh ukuran dari berat yang sangat dipengaruhi oleh arah dari sebuah objek seperti yang sudah dijelaskan diatas.

Satuan

Jika membahas mengenai satuan, maka sangat mudah untuk Anda yang sedang belajar mengenai ilmu pengetahuan alam maupun fisika untuk bisa paham mengenai Satuan Internasional (SI).

Satuan internasional atau yang sering disingkat menjadi SI merupakan sebuah sistem pengukuran yang saat ini sudah sangat banyak dipakai oleh banyak orang. Di dalam satuan internasional terdapat tujuh satuan dasar yang untuk kemudian menghasilkan satuan turunan.

Masih memiliki keterkaitan dengan poin sebelumnya, yakni mengenai jenis besaran yang ada pada kedua satuan tersebut. massa yang masuk ke dalam satuan dasar maka akan memiliki simbol dari satuan tersebut yaitu kilogram atau kg. satuan tersebut masih bisa dipecah lagi menjadi gram, milligram, dan lain-lain.

Sedangkan untuk berat yang merupakan satuan dari besaran turunan memiliki simbol satuan  Newton atau dengan singkatan N. pada situasi yang normal, biasanya berat suatu objek akan sebanding dengan massanya. Namun perbedaan antara massa dan berat memerlukan pengukuran berpresisi tinggi.

Oleh karena itu hubungan relavistik antara massa dan energi ialah, mungkin untuk menggunakan satuan energy yang digunakan untuk mewakili massa. Sebagai contoh: eV normalnya digunakan untuk satuan massa (kira-kira 1,783×10-36 kg) dalam ilmu fisika partikel.

Alat Ukur

Perbedaan massa dan berat selanjutnya adalah jika dilihat dari alat ukur. Kedua satuan tersebut ternyata juga memiliki alat ukur yang berbeda. Hal tersebut didasari pada massa yang dipengaruhi oleh gaya gravitasi, sedangkan berat tidak berpengaruh terhadap gaya gravitasi.

Pada umumnya, orang akan menggunakan neraca untuk bisa mengukur massa dari suatu benda. Disamping itu, timbangan juga bisa digunakan untuk mengukur massa suatu benda. Massa biasanya juga bisa diukur dengan menggunakan neraca haus atau yang sering disebut dengan neraca tiga kaki.

Bentuk dari neraca ohaus ini tentunya bisa Anda lihat di sekolah apabila sekolah Anda menyediakan alat ukur ini. Akan tetapi bagi yang belum pernah melihat neraca ohaus atau di sekolahnya tidak terdapat alat tersebut, maka bentuk dari neraca ohaus ini adalah seperti timbangan.

Kemudian untuk bagian lainnya digunakan sebagai alat untuk melihat berat dari benda tersebut. Sedangkan untuk mengukur berat, ada alat tersendiri yang bisa digunakan yang bernama neraca pegas. Neraca pegas ini memiliki bentuk layaknya timbangan yang digantung namun memiliki meteran ukuran dengan satuannya disebut Newton.

Untuk mengukur berat dengan menggunakan neraca pegas akan lebih mudah. Namun hasilnya akan lebih tepat jika dihitung dengan menggunakan rumus.

Rumus

Untuk Anda yang belum mengerti perbedaan massa dan berat jika dilihat dari rumus untuk menghitungnya, maka bisa dengan menggunakan rumus berikut. Massa dihitung berdasarkan dengan rumus berat dibagi dengan gravitasi. 

Rumus massa juga bisa dihitung dengan cara lain yakni dengan mengkalikan massa jenis dari sebuah benda dengan volume benda itu sendiri. Sedangkan untuk mencari berat bisa dihitung dengan menggunakan rumus massa benda yang di kali dengan gravitasi.

Bukan hanya itu saja, menghitung berat juga bisa dilakukan dengan menggunakan rumus massa benda di kali dengan percepatan dari sebuah benda. Berdasarkan dari penjelasan rumus diatas, maka sudah bisa disimpulkan meskipun massa dan berat merupakan dua hal yang berbeda, namun mereka tetap memiliki keterkaitan.

Penemu

Perbedaan yang dimiliki oleh massa dan berat selanjutnya adalah ada di bagian penemunya. Massa ditemukan serta diperkenalkan oleh Sir Isaac Newton dan pada penjelasan gravitasi beserta inersia yang dikembangkan oleh dirinya.

Pada masa sebelum Isaac Newton menemukan massa, maka berbagai fenomena gravitasi dipandang sebagai dua hal yang sangat berbeda. Namun pada saat itu juga, fenomena tersebut juga disebabkan akibat dari adanya massa.

Sedangkan untuk berat, ditemukan oleh seorang ilmuwan yang bernama Archimedes. Archimedes pada saat itu sedang berendam di dalam kamar mandi sembari memikirkan perihal pekerjaan yang diberikan oleh sang raja.

Raja memberi pekerjaan kepada Archimedes untuk bisa menentukan mahkota raja yang dibuat dari emas asli ataupun emas palsu. Hingga pada suatu ketika, Archimedes melakukan sebuah perbandingan antara berat mahkota dengan menggunakan zat cair.

Hukum tersebut dilakukan dengan cara memasukkan mahkota tersebut ke dalam air dan pada akhirnya mahkota tersebut tenggelam. Penerapan rumus yang dilakukan oleh Archimedes tersebut tampaknya sangat berpengaruh terhadap kehidupan sehari-hari.

Contoh

Agar Anda bisa lebih memahami mengenai perbedaan massa dan berat  maka Anda harus melihat terlebih dahulu contoh yang berkaitan dengan dua hal tersebut bukan?

Di pembahasan sebelumnya, sudah sedikit menyinggung contoh kecil dari massa dan berat, namun untuk lebih jelasnya lagi simak contoh berikut

Sebagai contoh, sebuah benda memiliki massa 40 kilogram ketika diukur di bumi. Namun apabila percepatan gravitasi bumi adalah 9,8 meter per sekon kuadrat maka tentukan berat di bumi, massa di bulan dan berat di bulan.

Untuk menentukan beratnya, Anda bisa menghitungnya dengan rumus massa di kali dengan gravitasi bumi. Sehingga akan diperoleh hasil dari berat benda di bumi adalah sebesar 392 Newton.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa massa tidak akan berpengaruh terhadap gravitasi, sehingga apabila massa benda ketika berada di bumi adalah 40 kg, maka ketika berada di bulan pun, massa benda tersebut akan tetap sama.

Sedangkan untuk mencari berat benda ketika berada di bulan, Anda bisa menggunakan rumus massa di kali dengan gravitasi. Dan untuk hasilnya dari berat benda yang ada di bulan adalah sebesar 65,3 Newton. Hasil ini diperoleh dari massa benda 40 kilogram di kali dengan 1/6 kemudian di kali lagi dengan 9,8.

Mengapa harus dikalikan dengan 1/6 juga? Jawabannya adalah karena gravitasi bukan memiliki jumlah 1/6 dari gravitasi yang ada di bumi. Hal tersebut sudah disampaikan di penjelasan sebelumnya, dan agar semoga bisa dipahami mengenai perbedaan massa dan berat tersebut.

Contoh lain sebagai perumpamaan adalah ketika seorang astronot yang sedang berada diluar angkasa. Pada saat berada di luar angkasa, maka secara otomatis tubuh dari astronot ini akan terasa lebih ringan atau bahkan tidak memiliki bobot sama sekali.

Mengapa bisa demikian? Berat badan astronot ketika sedang berada di bulan akan jauh lebih ringan dibanding dengan ketika ia sedang berada di bumi. Hal itu tidak bisa lepas dari adanya pengaruh gaya tarik bumi atau sering disebut dengan gravitasi.

Sementara massa yang ada pada astronaut sama sekali tidak akan berubah. Karena massa diukur dengan menggunakan satuan kilogram, sementara berat diukur dengan menggunakan satuan Newton. Lalu mengapa timbangan pada berat badan menggunakan satuan kilogram?

Hal itu karena pada timbangan berat badan yang kita miliki sudah diatur sehingga satuan yang dihasilkan adalah satuan kilogram. Hal ini sudah diatur dan dilakukan dengan tujuan untuk mempermudah Anda dalam membaca berat badan.

Bukan hanya itu saja, timbangan berat badan juga sudah disesuaikan dengan percepatan gravitasi yang ada di permukaan bumi.

Penggunaan

Di dalam ilmu fisika, istilah dari massa dan berat secara umum didefinisikan sebagai pengukuran secara terpisah untuk bisa menegakkan kejelasan dan juga ketepatan. Dalam aktivitas sehari-hari, mengingat bahwa seluruh massa di bumi memiliki berat dan hal ini biasanya memiliki hubungan yang sangat proporsional.

Berat sering digunakan untuk menggambarkan kedua sifat tersebut, artinya bergantung pada konteks. Contoh kecilnya adalah dalam suatu perdagangan berat bersih yang ada pada produk ritel yang sebenarnya mengacu pada massa serta dinyatakan secara benar dalam pound atau kilogram.

Sedangkan berbanding terbalik dengan indeks beban yang ada pada ban mobil, yang menentukan beban structural maksimum untuk ban dalam bentuk kilogram. Hal ini juga mengacu pada berat yang artinya gaya gravitasi.

Baca Juga Pengertian Kompetensi

Dari beberapa pembahasan yang sudah dijelaskan mengenai perbedaan massa dan berat, maka bisa disimpulkan jika massa sama sekali tidak terpengaruh oleh adanya gravitasi. Berbanding terbalik dengan berat yang sangat berpengaruh pada gravitasi. Untuk itu alat ukur yang digunakan pun akan memiliki perbedaan.

Sebagai informasi tambahan, perhitungan efek gravitasi pada berat tidak hanya bergantung pada massa saja. akan tetapi juga dipengaruhi oleh seberapa jauh Anda berada dari pusat gravitasi. Bahkan meskipun di bumi, berat Anda juga bisa jadi mengalami perubahan ketika berada di puncak gunung, dibandingkan dengan ketika Anda berada pada ketinggian di permukaan laut.

Semoga pembahasan ini bisa bermanfaat untuk menambah ilmu pengetahuan Anda.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.