Arsitektur dan Ciri Khas Rumah Adat Toraja beserta Gambarnya

Arsitektur dan Ciri Khas Rumah Adat Toraja beserta Gambarnya

Terletak di Provinsi Sulawesi Selatan, Kabupaten Tana Toraja beribu kota di Kabupaten Makale.  Tana Toraja sangat terkenal dengan keanekaragaman budaya yang kental, adat-istiadat yang masih begitu melekat pada masyarakat, hingga kemistisan upacara adat yang memiliki daya tarik seperti upacara Rambu Solo atau upacara pemakaman khas Tana Toraja. Sehingga toraja menjadi tempat yang unik dengan.

Disini masih dapat dengan mudah dijumpai berbagai kegiatan adat yang diwariskan secara turun-temurun oleh nenek moyang pada masyarakat Toraja. Bangunan Rumah adat Toraja ini umumnya selalu menghadap ke utara karena adanya kepercayaan leluhur bahwa mereka berasal dari utara dan akan kembali ke utara. Karena bentuknya yang berupa rumah panggung, maka rumah Tongkonan memiliki kolong di bagian bawahnya.

Dahulu kolong Rumah Tongkonan biasa digunakan oleh pemilik rumah sebagai kandang ternak seperti kerbau. Tiang-tiang penyangga yang ada di kolong dimodifikasi sedemikian rupa sehingga dapat digunakan sebagai pagar dan dinding kandang untuk hewan ternak. Setiap rumah Tongkonan memiliki namanya masing-masing.

Nama rumah Tongkonan diberikan dengan saran dari ketua adat setempat dan juga melalui penelusuran pasangan dari nama setiap rumah tersebut sebelum dibangun. Penamanaan ini membuat rumah Tongkonan selalu memiliki pasangan, walaupun tak berada dalam desa yang sama. Pada saat proses pembangunan rumah Tongkonan ini juga akan diadakan pesta yang meriah.

Setiap keluarga atau tamu yang datang akan membawakan babi hias. Babi yang dengan hiasan paling cantik akan menjadi pemenang dan diingat oleh masyarakat dalam waktu yang lama. Rumah Tongkonan merupakan rumah adat Toraja. Rumah ini biasa digunakan untuk menyimpan jasad anggota keluarga yang telah meninggal. Rumah adat ini memiliki bentuk arsitektur yang unik sehingga menjadi ciri khas Tana Toraja.

Arti Tongkonan

1. arti tongkonan
pesona.travel

Nama Tongkonan diambil dari kata “Tongkon” dari bahasa setempat berarti “menduduki” atau “ tempat duduk” dalam bahasa Indonesia. Rumah Tongkonan ini pada awalnya hanya dijadikan sebagai tempat para bangsawan Tana Toraja untuk berkumpul. Hingga kemudian berkembang menjadi rumah adat Toraja yang kemudian dinamakan Rumah Tongkonan.

Bagian-bagian Rumah Adat Tongkonan

bagian bagian rumah adat tongkonan
elizato.com

Rumah Tongkonan biasanya dibangun dengan menggunakan kayu Uru yang merupakan salah satu jenis kayu yang kuat dan kokoh. Dalam penyatuan setiap bagian ari Rumah adat Tongkonan ini tidak menggunakan unsur besi sama sekali. Dengan kata lain juga tidak menggunakan paku sama sekali.

Bagian atap rumahnya tersusun atas bambu yang berbentuk unik mirip perahu. Bentuk ini memiliki makna sebagai pengingat bahwa dahulu, nenek moyang masyarakat Tana Toraja menggunakan perahu untuk menyeberangi Sulawesi.

Penanda Status Sosial Masyarakat Toraja

penanda status sosial masyarakat toraja
travelingyuk.com

Selain fungsi utamanya yang digunakan sebagai tempat tinggal dan berlindung, Rumah adat Tongkonan juga menjadi gambaran status sosial masyarakat Toraja. Setiap rumah memiliki pajangan berupa kepala kerbau beserta tanduknya pada tiang utama. Semakin banyak tanduk kerbau yang dipasang di Rumah Tongkonan, semakin tinggi pula status sosial keluarga tersebut di lingkungan masyarakat setempat.

Setiap upacara adat yang diselenggarakan di Tana Toraja pasti menggunakan kerbau sebagai kurban. Harga untuk satu kerbau hitam diperkirakan hingga Rp 60 juta per ekor, sedangkan kerbau bule atau belang kisaran harganya mulai dari Rp 600 juta hingga Rp 1 miliar per ekor.

Jadi bisa seperti yang telah disebutkan bahwa bisa dilihat tingkat status sosial masyarakatnya melalui banyaknya tanduk kerbau yang di pajang di rumah Tongkonan. Selain tanduk kerbau, ada beberapa patung tambahan berupa kepala ayam atau naga di beberapa rumah yang menandakan jika pemilik rumah tersebut adalah orang yang dituakan.

Makna Warna Rumah Tongkonan

makna warna rumah tongkonan
www.n-journal.com

Rumah adat Toraja Tongkonan ini juga memiliki sisi estetis dengan hiasan berupa warna-warna pada dindingnya. Rumah adat Tongkonan ini memiliki empat dasar warna rumah yang masing-masing warna memiliki makna dan arti tersendiri.

  • Warna kuning melambangkan anugerah dan kekuasaan yang dimiliki Tuhan
  • Warna merah melambangkan darah yang bermakna kehidupan manusia..
  • Warna hitam melambangkan kematian dan kegelapan.
  • Warna putih melambangkan warna daging dan tulang yang juga berarti suci bersih.

Pembagian Ruangan Rumah Tongkonan

pembagian ruangan rumah tongkonan
Pembagian Ruangan Rumah Tongkonan

Rumah adat Tana Toraja terdiri dari tiga bagian yang meliputi bagian utara, bagian tengah, dan bagian selatan. Masyarakat Tana Toraja menganggap rumah adat Tongkonan bukan hanya sebagai tempat tinggal, namun juga dianggap sebagai Ibu. Rumah adat Tana Toraja juga memiliki lumbung padi atau yang biasa disebut dengan “Alang Sura”. Alang sura ini oleh masyarakat setempat di ibaratkan sebagai Bapak.

Alang memiliki lambang ukiran ayam dan matahari yang melambangkan kemakmuran orang Toraja. Alang biasanya juga dibangun sesuai dengan banyaknya keturunan.Sang pemilik akan menaruh padi-padi yang masih bertangkai di dalam alang.  Terkadang tempat ini juga difungsikan sebagai tempat penyimpanan barang berharga.

Rumah adat Tongkonan dan alang dibangun berhadapan sesuai dengan arah selatan dan utara. Konon katanya, filosofi dalam setiap pembagian ruang ini tidak boleh dilanggar, karena masyarakat percaya hal ini akan menyebabkan petaka.

a. Bagian Utara

Rumah bagian utara atau biasa disebut dengan “Tengolak” terdapat ruang tamu, tempat tidur untuk anak-anak, dan juga ada tempat untuk menaruh sesaji. Tengolak adalah ruangan pertama yang akan ditempati ketika pertama kali masuk ke rumah Tongkonan.

b. Ruang Selatan

Ruang selatan atau ruangan “Sumbung” adalah ruangan yang khusus untuk kepala keluarga. Kepala keluarga sendiri adalah seorang pemimpin dari sebuah keluarga yang sangat dihormati dan memiliki peran penting dalam keluarga. Seorang kepala keluarga memiliki pengaruh yang besar terhadap semua aktivitas atau peraturan yang ada dalam keluarga.

c. Ruang Tengah

Ruang tengah dalam rumah adat Tana Toraja disebut juga dengan “Sali”. Sali berfungsi sebagai ruang makan, dapur, hingga ruang pertemuan keluarga. Ruangan ini juga difungsikan sebagai tempat menyimpan sementara jasad anggota keluarga yang telah meninggal. Namun uniknya anggota keluarga yang lain tidak pernah merasa takut berada dalam satu ruangan dengan jasad dari anggota keluarga yang telah meninggal.

Baca Juga : Rumah Adat Papua | Nama, Keunikan dan Penjelasannya

Tipe Rumah Adat Toraja

tipe rumah adat toraja
www.desaingambarrumah.com

Selain rumah Tongkonan, masyarakat Tana Toraja juga masih melestarikan rumah adat yang lain yakni Banua Barung-Barung. Rumah adat ini adalah yang paling banyak digunakan sebagai rumah pribadi atau rumah biasa.

Mulai dari atap hingga dasar Rumah adat Tongkonan ini memiliki dari makna dan fungsi tersendiri yang masih lestari hingga saat ini. Mulai dari status sosial hingga arti hidup, semua terukir di rumah adat ini. Hal ini menandakan bahwa masyarakat Tanah Toraja masih memegang teguh kebudayaan warisan nenek moyang mereka.

Berwisata ke Tana Toraja memang kurang sah jika tidak mengabadikan foto dengan latar belakang rumah tradisional masyarakat Toraja yang sangat indah ini. Bentuknya yang khas, megah dan kokoh dengan material utama kayu, yang dihiasi berbagai macam ukiran-ukiran indah juga tanduk-tanduk kerbau.

Rumah adat yang bernama Tongkonan ini penuh dengan nilai estetis. Banyak makna dan filosofi mendalam yang tersirat dalam bentuk rumahnya, hiasan, warna hingga ukiran yang ada.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.