Mengenal Pengertian Inflasi Beserta dengan Dampak, Penyebab dan Strategi Memeranginya !

Apa itu sebenarnya inflasi ? Gambaran umumnya, inflasi merupakan kenaikan dalam jangka panjang sebuah harga barang atau jasa yang didasari oleh devaluasi mata uang.  Masalah-masalah inflasi biasanya muncul ketika Anda mengalami inflasi dalam keadaan yang tak terduga.

Terlebih, apabila inflasi terjadi tidak diimbangi dengan peningkatan pendapatan yang cukup. Apabila pendapatan tidak meningkat bahkan menurun, maka secara otomatis daya beli seseorang juga menurun, hal ini akan menyebabkan keadaan ekonomi melambat.

Tahukah Anda bahwa inflasi yang berlebihan bisa menimbulkan petaka? Mengapa demikian? Lalu apakah pengertian inflasi sebenarnya? Untuk lebih jelasnya berikut pemaparan tentang definisi inflasi dilihat dari sudut pandang beberapa ahli.

Pengertian Inflasi Menurut Para Ahli

pengertian inflasi menurut para ahli

Boediono

Salah satu pakar bernama Boediono mengemukakan pendapatnya tentang arti dari inflasi, yaitu suatu bentuk kecenderungan terhadap harga-harga agar naik secara teratur dan umum dan berlangsung secara terus menerus.

Keadaan dimana harga dari satu atau beberapa  barang naik hal itu tidak bisa dikatakan sebagai inflasi. Tapi ketika harga barang yang naik tersebut menyebar luas hingga menyebabkan naiknya harga sebagian besar barang, maka itulah yang disebut dengan inflasi.

Winardi

Yang kedua adalah pendapat menurut Winardi. Winardi bertutur jika inflasi merupakan suatu periode yang ada di masa tertentu. Dimana pada masa itu terjadi penurunan kekuatan dalam membeli terhadap kesatuan yang moneter.

Inflasi bisa terjadi jika nilai uang yang didepositokan beredar lebih banyak dibanding dengan jumlah barang serta jasa yang ditawarkan.

Sadono Sukirno

Sedangkan menurut Sadono Sukirno, pengertian inflasi adalah sebuah proses terjadinya kenaikan harga suatu barang atau jasa pada sebuah kondisi perekonomian.

Dwi Eko Waluyo

Dwi Eko Waluyo menyebutkan bahwa definisi inflasi merupakan bentuk dari penyakit-penyakit ekonomi yang sering timbul dan sudah dialami oleh hampir seluruh masyarakat di berbagai belahan dunia.

Kecenderungan yang berasal dari kenaikan harga-harga biasanya sering terjadi dan berlangsung secara terus menerus.

Bank Indonesia (BI)

Yang terakhir adalah arti dari inflasi menurut Bank Indonesia. Inflasi berarti sebuah kecenderungan terhadap harga-harga agar bisa meningkat secara umum dan terus menerus.

Penyebab Inflasi

penyebab inflasi
katamasa.com

Seperti yang sudah dijelaskan pada pengertian inflasi tadi, inflasi tidak bisa terjadi secara begitu saja alias spontan. Inflasi terjadi didasari oleh beberapa faktor. Secara umum penyebab dari inflasi ialah akibat dari kenaikan permintaan serta biaya produksi. Untuk lebih lengkapnya berikut penyebab dari inflasi.

Meningkatnya Permintaan

Inflasi bisa terjadi akibat dari adanya peningkatan permintaan untuk jenis suatu barang maupun jasa tertentu. Dalam keadaan ini, permintaan terhadap jenis barang atau jasa tersebut bisa terjadi secara agregat.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal ini bisa terjadi, yakni sebagai berikut :

  1. Meningkatnya anggaran belanja pemerintah
  2. Meningkatnya permintaan barang untuk keperluan ekspor
  3. Meningkatnya jumlah permintaan barang untuk kebutuhan swasta.

Meningkatnya Biaya Produksi

Ternyata meningkatnya biaya produksi juga bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya inflasi. Hal ini biasa disebut dengan istilah Cost Pull Inflation. Peningkatan biaya produksi juga didasari oleh kenaikan dari harga bahan baku, seperti :

  • Harga bahan bakar kendaraan naik
  • Upah untuk pekerja naik.
READ  Pengertian Ham, Ciri-Ciri, Macam-Macam, Undang-Undang, dan Contoh

Tingginya Peredaran Uang

Inflasi juga bisa terjadi akibat dari peredaran uang yang terjadi di masyarakat lebih banyak dibandingkan dengan jumlah uang yang dibutuhkan. Bayangkan saja, ketika jumlah barang berada di posisi tetap sedangkan uang yang beredar meningkat hingga dua kali lipat, maka sudah bisa dipastikan kenaikan harga bisa terjadi hingga 100% besarnya.

Hal seperti ini pun bisa dengan mudah terjadi ketika pemerintah menetapkan peraturan sistem anggaran defisit. Maksudnya kekurangan dari anggaran bisa diatasi dengan cara mencetak uang baru. Namun hal ini justru menyebabkan peredaran uang semakin banyak hingga kemungkinan terjadinya inflasi semakin besar.

Utang Nasional

Anda semua pasti tahu bahwa utang nasional yang tinggi yang terjadi pada suatu negara termasuk hal buruk. Namun apakah Anda yakin jika hal ini benar-benar mendorong inflasi ke tingkat yang lebih besar dari waktu ke waktu.

Alasannya ialah jika uang negara meningkat maka pemerintah memiliki dua pilihan yakni mereka bisa menaikkan pajak atau dengan mencetak lebih banyak uang untuk bisa melunasi hutang.

Kenaikan pajak juga akan menyebabkan bisnis bereaksi dengan cara menaikkan harga agar bisa mengimbangi peningkatan tarif pajak. Sebagai jalan alternatif apabila pemerintah memilih opsi kedua dengan mencetak lebih banyak uang, maka hal ini langsung akan berimbas pada peningkatan jumlah uang yang beredar.

Hal ini tentunya akan langsung menyebabkan devaluasi mata uang serta juga harga-harga barang atau jasa mengalami kenaikan.

Nilai Tukar Mata Uang

Inflasi yang terjadi dapat dengan mudah menjadi lebih buruk oleh meningkatnya eksposur ke pasar luar negri. Sebagai konsumen mungkin Anda tidak begitu peduli dengan nilai tukar mata uang. Namun beda halnya dalam ekonomi yang semakin global, nilai tukar mata uang merupakan salah satu faktor paling penting dalam menentukan tingkat inflasi yang terjadi.

Ketika  nilai tukar mata uang terjadi begitu banyak bisa menyebabkan mata uang negara sendiri menjadi kurang berharga jika dibandingkan dengan mata uang asing.  Hal ini akan mengakibatkan barang dari luar negeri menjadi lebih mahal untuk konsumen dalam negeri.

Sementara diwaktu yang sama, harga barang jasa serta ekspor ke luar negeri menjadi lebih murah untuk para konsumen disana.

Jenis Inflasi

jenis inflasi
kabarrafflesia.com

Berdasarkan pengertian inflasi, ternyata inflasi bisa dibedakan menjadi 3 jenis, yakni inflasi berdasarkan tingkat keparahan, inflasi berdasarkan penyebab, serta inflasi berdasarkan sumbernya. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan berikut ini.

Jenis inflasi Berdasarkan Tingkat Keparahannya
Berdasarkan tingkat keparahannya, inflasi masih dibagi lagi menjadi 4, yakni :

  1. Inflasi ringan, yang merupakan inflasi yang mudah sekali untuk dikendalikan serta belum begitu mengganggu perekonomian di suatu negara. Terjadinya suatu kenaikan harga barang atau jasa masih tergolong umum yakni dibawah 10% pertahunnya. Jadi hal ini masih bisa untuk dikendalikan.
  2. Inflasi sedang, yang berarti inflasi tersebut bisa menurunkan tingkat kesejahteraan pada masyarakat dengan penghasilan tetap. Namun tidak terlalu khawatir, karena ini belum tentu membahayakan aktivitas perekonomian sebuah negara. Karena inflasi ini hanya berada pada kisaran antara 10%-30% per tahunnya.
  3. Inflasi berat, yaitu inflasi yang bisa mengakibatkan sebuah kekacauan pada perekonomian suatu negara. Di dalam kondisi ini biasanya masyarakat lebih memilih untuk menyimpan barang dan kurang tertarik untuk menabung. Hal ini karena bunga nya pasti akan jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan nilai inflasi. Pada inflasi berat, nilai inflasi berkisar pada angka 30% bahkan bisa mencapai angka 100% per tahunnya.
  4. Inflasi sangat berat, yang memiliki arti bahwa inflasi ini sudah sangat mengacaukan kondisi perekonomian di suatu negara. Keadaan ini bahkan sangat sulit untuk dikendalikan meskipun sudah dilakukan upaya kebijakan moneter serta fisikal. Memang tepat jika inflasi ini disebut dengan inflasi sangat berat, karena nilainya berada pada angka 100% ke atas untuk jangka waktu satu tahun
READ  Sebelum Kerjasama, Wajib Tahu Pengertian Kerjasama dan Jenisnya

Jenis Inflasi Berdasarkan Penyebabnya

Kali ini berdasarkan penyebabnya, inflasi masih harus dibedakan lagi menjadi 3, yakni sebagai berikut :

  1. Demand pull inflation alias meningkatnya permintaan. Jadi inflasi disini terjadi karena adanya permintaan terhadap sebuah barang/jasa yang membludak, sehingga lebih tinggi dari jumlah yang bisa dipenuhi oleh produsen.
  2. Cost push inflation, yang berarti inflasi akan terjadi karena adanya kenaikan dari biaya produksi. Hal ini tentunya akan menyebabkan harga penawaran terhadap suatu barang juga ikut naik.
  3. Bottle neck inflation, yaitu jenis inflasi campuran. Hal ini bisa terjadi karena adanya faktor penawaran dan faktor permintaan.

Jenis Inflasi Berdasarkan Sumbernya

Sama halnya dengan inflasi berdasarkan penyebabnya, inflasi berdasarkan sumbernya juga dibagi menjadi 2, yaitu sebagai berikut :

  1. Domestic inflation, yang memiliki arti bahwa inflasi ini bersumber dari dalam negeri. Inflasi ini bisa terjadi karena jumlah uang yang ada di sekitar masyarakat lebih banyak daripada jumlah uang yang dibutuhkan. Inflasi jenis ini juga bisa terjadi ketika jumlah suatu barang atau jasa tertentu berkurang signifikan, sedangkan permintaan barangnya tetap. Hal ini tentu akan mengakibatkan harga-harga naik.
  2. Imported inflation, adalah inflasi yang sumbernya berasal dari luar negri. Inflasi ini terjadi pada negara yang masih menerapkan sistem perdagangan bebas dimana ada suatu kenaikan harga di luar negri. Seperti contoh di Indonesia yang masih melakukan kegiatan import barang namun masih menggunakan modal dari negara tetangga. Akhirnya ketika harga barang-barang modal di negara tersebut naik akan berimbas juga  bagi Indonesia hingga mengakibatkan inflasi.

Dampak Inflasi

dampak inflasi
merahputih.com

Selesai membahas pengertian inflasi, penyebab, serta jenisnya, sekarang tiba gilirannya untuk pembahasan dampak inflasi. Berikut dampak inflasi secara umum.

Dampak Inflasi Terhadap Pendapatan

Inflasi  bisa memberikan dua dampak terhadap pendapatan, yakni dampak positif serta dampak negatif. Di sebuah kondisi ketika inflasi melunak, maka akan mendorong para pendiri usaha untuk memperluas produksi yang menyebabkan peningkatan perekonomian.

Hal ini berbeda bahkan inflasi justru akan memberikan dampak buruk untuk mereka yang berpenghasilan tetap. Hal tersebut dikarenakan nilai uang akan tetap namun harga barang dan jasa naik.

Dampak Inflasi Terhadap Ekspor

Kemampuan untuk melakukan kegiatan ekspor yang dilakukan oleh suatu negara nyatanya bisa mengalami pengurangan ketika terjadi inflasi. Hal ini bisa terjadi dikarenakan ketika inflasi terjadi biaya ekspor akan lebih mahal.

Bukan hanya itu saja, daya saing terhadap barang ekspor juga bisa mengalami penurunan signifikan. Tentunya hal ini sangat berpengaruh pada pendapatan devisa yang pasti juga akan ikut berkurang.

Dampak Inflasi Terhadap Minat Menabung

Seperti yang sudah disinggung pada pengertian inflasi diatas, bahwasannya pada kondisi inflasi minat untuk menabung sebagian masyarakat akan menurun. Mereka beralasan jika pendapatan yang dihasilkan dari suku bunga tabungan lebih kecil, sedangkan biaya administrasi tabungan tetap harus dibayar.

Dampak Inflasi Terhadap Kalkulasi Harga Pokok

Percaya atau tidak, kondisi inflasi akan menyebabkan perhitungan penetapan harga pokok menjadi lebih sulit. Hal ini dikarenakan perhitungan bisa berubah-ubah secara mendadak bisa menjadi terlalu kecil ataupun terlalu besar.

Belum lagi presentasi inflasi untuk masa depan tidak bisa diprediksi secara akurat. Tentunya ini akan berimbas pula kepada penentuan harga pokok dan harga jual yang juga tidak akurat, sehingga pada situasi tertentu adanya inflasi membuat para produsen kesulitan hingga mengakibatkan kacaunya perekonomian.

READ  Sistem Pemerintahan Indonesia | Sejarah, Pengertian Dan Penjelasannya

Teori Inflasi

teori inflasiMengacu pada penjelasan tentang pengertian inflasi, ada tiga teori inflasi yang bisa digunakan untuk menjawab berbagai pertanyaan mengapa bisa terjadi sebuah inflasi. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasannya berikut ini.

Teori Kuantitas

Pada teori ini, semakin banyak uang yang beredar di sekeliling masyarakat, maka secara otomatis harga-harga suatu barang atau jasa juga ikut naik.

Teori Keynes

Sedangkan menurut teori Keynes, inflasi bisa saja terjadi karena suatu golongan masyarakat memiliki keinginan untuk hidup diatas kemampuan ekonominya. Seperti contoh membeli barang maupun jasa secara berlebihan bukan sesuai kebutuhan.

Menurut hukum ekonomi, apabila semakin banyak permintaan, namun penawarannya tetap, maka harga yang ada dipasaran akan naik.

Teori Struktural

Pada teori struktural disebutkan bahwa inflasi ternyata juga bisa terjadi pada situasi dimana apabila terjadi kenaikan permintaan dikarenakan pertambahan penduduk, namun produsen tidak bisa mengantisipasinya dengan cepat, maka bisa terjadi inflasi.

Penggolongan Inflasi

penggolongan inflasiKeluar dari penjelasan tentang pengertian inflasi, berdasarkan asalnya inflasi digolongkan menjadi dua macam. Yakni inflasi yang asalnya dari dalam negeri serta inflasi dari luar negri.

Inflasi yang berasal dari dalam negeri, contohnya akibat dari terjadinya defisit anggaran belanja yang dibiayai dengan cara mencetak uang baru.  Contoh lain ialah gagalnya pasar yang mengakibatkan harga bahan pokok semakin melambung.
Sedangkan inflasi dari luar negeri merupakan inflasi yang bisa terjadi akibat dari naiknya harga barang impor. Hal ini juga mudah saja terjadi dikarenakan biaya produksi barang dari luar negeri mengalami kenaikan.
Kemudian, berdasarkan besarnya cakupan pengaruh terhadap harga inflasi dibagi menjadi 3, yakni sebagai berikut :

  1. Inflasi tertutup yaitu apabila kenaikan harga yang terjadi hanya memiliki keterkaitan dengan satu ataupun dua barang tertentu saja.
  2. Inflasi terbuka ialah jika suatu kenaikan harga terjadi pada keseluruhan barang secara umum.
  3. Yang terakhir ialah inflasi tak terkendali. Inflasi ini terjadi apabila akibat dari serangan inflasi yang hebat mampu mengubah harga sewaktu-waktu dan terus menerus, sehingga masyarakat tidak bisa menahan uang lebih lama yang disebabkan oleh nilai uang yang terus merosot turun.

Mengukur Inflasi

penggolongan inflasiTerjadinya inflasi bisa diukur dengan cara menghitung perubahan pada tingkat persentase sebuah indeks harga. Indeks harga tersebut antara lain sebagai berikut :

  • Indeks harga konsumen yang merupakan indeks yang berfungsi untuk mengukur harga rata-rata sebuah barang tertentu yang dibeli oleh konsumen.
  • Indeks biaya hidup digunakan untuk mengetahui perkembangan harga di berbagai komoditas. Selain itu juga sebagai cara untuk mengetahui daya beli masyarakat.
  • Indeks harga produsen yang berfungsi untuk mengukur harga rata-rata barang yang dibutuhkan produsen untuk proses produksi. Indeks jenis ini juga sering digunakan untuk menggambarkan tentang tingkat indeks harga konsumen di masa yang akan datang.
    Hal ini dikarenakan perubahan harga pada bahan baku bisa meningkatkan biaya produksi, yang untuk selanjutnya bisa berpengaruh juga terhadap meningkatnya harga barang-barang konsumsi.
  • Indeks harga komoditas yang merupakan indeks untuk mengukur harga dari suatu komoditas-komoditas tertentu.
    Strategi Mengurangi Efek Inflasi

Ternyata ada beberapa strategi yang bisa Anda lakukan untuk melindungi nilai terhadap inflasi. Berikut strategi terbaik untuk memerangi efek inflasi pada diri Anda.

  1. Menghabiskan uang untuk investasi jangka panjang
  2. Investasi pada komoditas
  3. Investasi untuk emas atau logam mulia
  4. Investasi dalam real estate
  5. Tatap konsekuen dengan ekuitas
  6. Mempertimbangan saham yang membayar dividen
  7. Simpan uang lebih banyak
  8. Investasikan uang dalam bentuk barang koleksi
  9. Menjadi penikmat seni.

Demikian penjabaran mengenai pengertian inflasi, penyebab inflasi, jenis serta dampak dan teori inflasi yang bisa Anda gunakan sebagai acuan agar lebih memahami inflasi secara mendalam. Semoga bermanfaat.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.