Jenis-Jenis kalimat Pola : Fungsi, Bentuk Retorika beserta Contohnya

Jenis – jenis kalimat pola – Kalimat merupakan susunan beberapa kata yang memiliki tujuan tertentu. Berdasarkan strukturnya, jenis-jenis kalimat dalam bahasa indonesia bisa berupa kalimat tunggal dan juga majemuk. Nah, keduanya akan dibahas secara terperinci pada artikel ini.

Membahas sekilas mengenai jenis-jenis kalimat, kalimat tunggal adalah kalimat yang terdiri dari satu subjek dan satu predikat. Pola pembentukan dari kalimat tunggal ini adalah s + p maupun p + s.

Lain lagi dengan kalimat majemuk, yang mana merupakan kalimat yang terdiri dari dua pola kalimat atau lebih. Sifat dari kalimat majemuk bisa setara, tidak setara, dan juga campuran. Kalimat tunggal akan menyatakan gagasan yang tunggal, sebaliknya, kalimat majemuk mengungkapkan  lebih dari satu gagasan.

Nah, setelah menyimaknya, tentu anda sudah mengetahui gambaran umum mengenai jenis-jenis kalimat di atas. Untuk itu, marilah kita masuk pada ulasan yang lebih detail.

Kalimat Tunggal

kalimat tunggal
makom.org.il

Jenis-jenis kalimat yang pertama akan dibahas adalah kalimat tunggal. Kalimat tunggal terdiri atas satu subjek dan satu predikat. Jika anda lihat berdasarkan unsur-unsurnya maka kalimat panjang dalam bahasa indonesia sebenarnya bisa diuraikan dalam kalimat-kalimat yang lebih sederhana.

Kalimat tunggal sederhana terdiri hanya atas satu subjek dan satu predikat. Nah, dengan berdasar pada hal tersebut, maka kalimat yang panjang sekalipun bisa ditelusuri pola pembentukannya. Nah, pola inilah yang disebut sebagai pola kalimat dasar. Mari membahas lebih jauh mengenai pola kalimat dasar ini.

1. Pola Kalimat Dasar

Kalimat dasar merupakan kalimat yang berisi akan informasi pokok dalam struktur inti. Kalimat dasar memiliki satu pola kalimat, sedangkan perkembangannya tidak membentuk kalimat yang baru.

Jadi, bisa dikatakan bahwa kalimat dasar atau kalimat tunggal terdiri atas dua unsur inti, yakni subjek dan predikat. Apabila kedua unsur tersebut tidak membentuk pola yang baru. Berdasar pada penelitian, pola kalimat dasar dalam bahasa indonesia dapat anda lihat pada ulasan berikut ini:

No Pola kalimat Kategori kata Contoh
1 Subjek (s) + predikat (p) Kata benda (kb) + kata kerja (kk) Ayah makan
Kata benda + kata sifat (ks) Pemilik hotel itu menakutkan.
Kata benda + kata bilangan (kbil) Harga ranjang itu dua juta rupiah
2 S + p + keterangan (k) Kb + kk +(konjungsi + kata benda) Jingga menari dengan gemulai.
3 S + p + pelengkap (pel) Kb1 + kk + kb2 Muka Irna bersemu merah.
4 S + p + o Kb1 + kk + kb2 Ibu membeli roti.
5 S + p + o + k Kb1 + kk + kb2 +(konjungsi + kb3) Irma menikahi laki-laki itu di jakarta.
6 S + p + o + pel Kb1 + kk + kb2 + kb3 Ibu membelikan aku sebuah sepeda.

Enam pola yang ada diatas bisa diperluas menggunakan berbagai penjelasan. Pola-pola dasar itu bisa digabungkan, sehingga kalimat menjadi lebih luas dan kompleks. Kalimat tunggal jika dibedakan berdasarkan pada jenis predikat yang dipakai dibagi menjadi dua yaitu kalimat nomina dan kalimat verbal.

Kalimat nomina adalah jenis kalimat yang memakai kata benda baik kata bilangan atau kata sifat sebagai predikat.

Contohnya :

Tentara itu tewas ketika berperang.

Adik saya berjumlah tiga orang.

Sedangkan kalimat verbal merupakan jenis kalimat yang menggunakan kata kerja sebagai predikatnya.

Contohnya :

Deris mengayuh sepeda perlahan.

Mirna minum di dalam kamar.

2. Perluasan Unsur Kalimat Dasar

Unsur pada kalimat dasar seperti subjek, objek, predikat, pelengkap, serta keterangan bisa diperluas serta dikembangkan. Tujuannya untuk membuat informasi mengenai unsur-unsur pada kalimat menjadi semakin lengkap. Pada setiap kalimat tunggal dapat diperluas dengan penambahan kata-kata pada unsur-unsurnya.

Penambahan kata-kata ini akan membuat kalimat menjadi lebih panjang ketimbang kalimat sebelumnya. Namun, ada yang harus anda perhatikan mengenai penambahan kata-kata tersebut, yakni dapat dilakukan dengan catatan unsur utama tetap bisa dikenali.

3. Perluasan Kata Benda

Kata benda yang berfungsi sebagai subjek, predikat, atau objek bisa diperluas dengan menambahkan kata maupun frase pada unsur kalimat dan pada anak kalimatnya. Penambahan tersebut bisa dilakukan dengan keterangan yang memiliki konjungtor maupun tanpa konjungtor.

Contohnya adalah sebagai berikut :

Perluasan Unsur Kalimat Menggunakan Frase maupun Kata Tanpa Konjungtor

Kalimat “para siswa  berdiskusi” bisa diperluas lagi menjadi kalimat “para siswa kelas 12 berdiskusi:

Jadi, bisa anda lihat pada contoh kalimat di atas bahwa perluasan kalimat tersebut adalah hasil perluasan unsur subjek “siswa” menjadi “siswa kelas 12”.

Contoh selanjutnya adalah tentang perluasan kata benda dengan konjungtor yang ada pada kalimat berikut:

  • Mahasiswa yang pintar mendapatkan penghargaan
  • Masyarakat yang miskin akan mendapat bantuan
  • Anak yang memiliki bakat menggambar mendapatkan hadiah berupa alat-alat menggambar.

Perluasan dengan kata yang menunjukkan keterangan yang menjelaskan tentang kata benda sebagai subjek penambahan. Keterangan ini dapat dilakukan dengan mensejajarkan unsur keterangan yang mengikuti subjek atau objek itu.

Contohnya adalah sebagai berikut :

  • Karya tulis ilmiah diperlombakan setiap tahun
  • Novel berjudul bulan tenggelam di wajahmu sudah beredar di pasaran.

4. Perluasan Kata Kerja

Kata kerja pengisi predikat di dalam kalimat bisa diperluas dengan menambahkan frase atau kata kata. Frase akan memberi keterangan pada predikat termasuk diantaranya keterangan aspek atau modalitas.

Keterangan aspek bisa ditandai dengan kata: telah, sedang,  sudah, belum, dan masih. Kata-kata tersebut akan menerangkan perbuatan yang terjadi pada predikat.

Contohnya adalah sebagai berikut :

  • Pertandingan itu sudah usai beberapa jam yang lalu
  • Penghargaan bulu tangkis masih belum berpindah dari negara indonesia.

Keterangan modalitas akan menyatakan sikap dari pembicara diantaranya menyatakan kenyataan kemungkinan atau keharusan. Keterangan ini akan ditandai oleh kata yang meliputi ingin, mau, harus, pasti, dan barangkali.

Contoh dari perluasan kata kerja keterangan modalitas adalah :

  • Dia ingin belajar bahasa indonesia dengan baik dan benar
  • Saya harus belajar dengan sungguh-sungguh.

Kalimat Majemuk

Kalimat Majemuk
Kalimat Majemuk

Jenis-jenis kalimat yang berikutnya adalah kalimat majemuk. Kalimat majemuk adalah kalimat yang terdiri atas dua kalimat dasar atau lebih. Berdasarkan pada hubungan diantara kalimat-kalimat dasar tersebut, kalimat majemuk bisa dikelompokkan dalam kalimat majemuk setara campuran dan bertingkat.

1. Kalimat Majemuk Setara

Kalimat majemuk setara memiliki struktur pola yakni sekurang-kurangnya terdiri atas dua kalimat dasar serta masing-masing bisa berdiri sendiri sebagai kalimat tunggal. Kalimat majemuk setara terbentuk dikarenakan di dalam sebuah kalimat ada dua kalimat tunggal. Kalimat majemuk setara bisa dikelompokkan dalam empat jenis yakni:

  • Dua buah kalimat tunggal atau lebih yang dihubungkan oleh kata: serta, atau, dan. Apabila kedua kalimat tunggal atau lebih itu setara maka akan membentuk sebuah kalimat majemuk setara. Contoh:
  • Dia membaca dan kami menulis.

Tanda koma dapat digunakan apabila kalimat yang digabungkan lebih dari dua kalimat tunggal. Contohnya adalah sebagai berikut:

  • Pak direktur merasa tenang karyawan duduk tenang dan nasabah antri

Contoh berikutnya terdiri dari 2 kalimat tunggal

  • Saya masuk dia keluar.

Kalimat di atas terdiri atas dua kalimat dasar yakni saya masuk dan dia keluar. Apabila kalimat tunggal yang pertama ditiadakan maka unsur dia keluar masih bisa berdiri sendiri sebagai kalimat yang baru. Hal yang sebaliknya juga bisa terjadi apabila keduanya memiliki kedudukan yang sama atau setara. Maka dari itu kalimat ini disebut dengan kalimat majemuk setara.

  • Dua kalimat yang memiliki bentuk kalimat setara bisa dihubungkan dengan frase maupun kata. Tetapi apabila kalimat tersebut menunjukkan pertentangan hasil dari penggabungan kedua kalimat itu disebut dengan kalimat majemuk setara pertentangan.

Contohnya adalah sebagai berikut :

  • Belanda dan amerika tergolong sebagai negara maju tetapi thailand tergolong sebagai negara berkembang

Kata lain yang bisa digunakan sebagai penghubung antara dua kalimat tunggal di dalam kalimat majemuk setara pertentangan meliputi kata: sedangkan serta melainkan.

Contohnya adalah sebagai berikut :

  • Kota batik ada di pekalongan sedangkan kota bakpia ada di yogyakarta.
  • Gadis itu bukan penari melainkan mahasiswi.

2. Kalimat Majemuk Bertingkat

Kalimat majemuk bertingkat terdiri atas 1 kalimat tunggal yang menjadi inti kalimat. Diantara kalimat dasar tersebut memiliki fungsi untuk mengisi salah satu unsur kalimat utama seperti subjek, objek, maupun keterangan hubungan di antara dua unsur kalimat ataupun lebih.

Di dalam kalimat majemuk bertingkat menggunakan konjungsi yang berbeda dengan jenis kalimat majemuk setara. Konjungsi-konjungsi tersebut dapat dibedakan menjadi:

A. Konjungsi Waktu

Kata hubung yang digunakan antara lain: sejak, ketika, semenjak, hingga, sebelum, sementara, sesudah, seraya, tatkala, selama, selagi, serta, sambil, setelah, sesuai, sampai, jika, hingga.

Contohnya adalah sebagai berikut:

  • Semenjak remaja anak itu terbiasa mandiri/

B. Konjungsi Syarat

Kata hubung yang digunakan antara lain: andaikata, jika, bilamana, seandainya.

Contohnya adalah sebagai berikut:

  • Apabila anda ingin mendengarnya, maka saya akan bercerita.
  • Kebersihan desa akan terjaga jika seluruh warga ikut berpartisipasi dalam kegiatan jumat bersih.

C. Konjungsi Tujuan

Kata hubung yang digunakan antara lain: biar, agar, serta supaya.

Contohnya adalah sebagai berikut:

  • Riana menggunakan baju yang nyaman supaya tidak kegerahan di siang hari.

D. Konjungsi Perlawanan

Kata hubung yang digunakan meliputi: walaupun, meskipun, kendatipun, sungguhpun.

Contohnya adalah sebagai berikut:

  • Meskipun sedang bersedih ayah tidak menangis di depan anak-anaknya.

E. Konjungsi Perbandingan

Kata hubung yang digunakan yakni: bagaikan, seperti, laksana, ibarat, alih-alih.

Contoh kalimatnya adalah sebagai berikut:

  • Anak itu menggunakan baju seperti seorang ratu.

F. Konjungsi Akibat

Kata hubung yang digunakan adalah: maka, sampai, sehingga.

Contoh kalimatnya adalah sebagai berikut:

  • Harga bahan makanan sangat tinggi sehingga ibu memotong uang saku kami.

G. Konjungsi Penyebab

Kata hubung yang digunakan adalah: sebab, karena, oleh, karena.

Contohnya adalah sebagai berikut:

  • Rencana membeli mobil baru saya tunda karena uangnya belum mencukupi.

H. Konjungsi Cara

Kata hubung yang digunakan adalah: dengan dan tanpa.

Contohnya adalah sebagai berikut:

  • Maryam merangkai bunga dengan penuh kesabaran

I. Konjungsi Sangkalan

Kata hubung yang digunakan adalah: seolah-olah dan seakan-akan.

Contohnya adalah sebagai berikut:

  • Adik diam saja seolah-olah bukan dia yang mencuri

J. Konjungsi Kenyataan

Kata hubung yang digunakan antara lain: padahal dan sedangkan.

Contohnya adalah sebagai berikut:

  • Dia tetap berlari padahal kakinya sangat sakit

K. Konjungsi Hasil

Kata hubung yang digunakan adalah makanya.

  • Mira kelihatan marah sekali makanya saya takut mendekati

L. Konjungsi Penjelasan

Kata hubung yang digunakan adalah bahwa.

Contohnya adalah sebagai berikut:

  • Ibu tidak tahu bahwa anaknya menjadi juara 1.

2. Kalimat Majemuk Campuran

Kalimat majemuk campuran adalah gabungan dari kalimat majemuk bertingkat dengan kalimat majemuk setara. Di dalam kalimat majemuk campuran paling tidak terdiri atas 3 kalimat tunggal.

Contohnya adalah sebagai berikut:

  • Ibu sudah selesai memasak saat kakak pulang dan ayah sedang membaca buku.

Jenis-Jenis Kalimat Menurut Bentuk Retorikanya

jenis jenis kalimat menurut bentuk retorikanya
sahabatnesia.com

Tulisan bisa menjadi lebih efektif apabila kalimat yang disusun nya benar serta penyajian retorikanya bisa menarik perhatian dari pembaca. Meskipun kalimat yang disusunnya telah  sesuai secara gramatikal serta sesuai dengan kaidah yang berlaku, belum tentu tulisan itu bisa memuaskan pembaca.

Menurut gaya penyampaian nya kalimat majemuk bisa digolongkan dalam tiga macam yakni kalimat yang klimaks, kalimat yang melepas, serta kalimat yang berimbang.

1. Kalimat yang Melepas

Apabila sebuah kalimat diawali dengan induk kalimat gaya penyajian kalimat ini disebut dengan melepas. Unsur anak kalimatnya seakan dilepaskan oleh penulis meskipun unsur ini tidak dilepas kalimat sudah mengandung makna.

Contohnya adalah sebagai berikut:

Saya akan dibelikan mobil oleh bapak apabila saya lulus ujian semester dengan nilai yang tertinggi.

2. Kalimat yang Klimaks

Apabila kalimat disusun dengan awalan anak kalimat, maka gaya bahasa kalimat disebut berklimaks. Pembaca belum bisa memahami kalimat apabila baru saja dibaca anak kalimatnya.

Nah, sebelum kalimat selesai, maka akan terasa ada makna yang kurang. Hal ini dikarenakan karena induk kalimat belum ada. Maka dari itu, penyajian kalimat yang memiliki konstruksi anak kalimat terlebih dahulu baru kemudian induk kalimat akan terasa lebih berklimaks dan membentuk ketegangan.

Contohnya adalah sebagai berikut:

Karena mobilnya rusak ia gagal mengikuti ujian.

3. Kalimat yang Berimbang

Apabila kalimat disusun dalam bentuk majemuk setara atau majemuk campuran, maka gaya penyajian kalimat disebut berimbang. Hal ini dikarenakan strukturnya memperlihatkan kesejajaran yang dituangkan dalam kalimat yang simetri.

Contohnya adalah sebagai berikut:

Bursa saham tampak semakin bergairah, investor domestik serta asing saling berlomba untuk melakukan transaksi, serta IHSG naik secara tajam.

Jenis-Jenis Kalimat Menurut Fungsinya

jenis jenis kalimat menurut fungsinya
sahabatnesia.com

Jika ditilik berdasarkan fungsinya, jenis-jenis kalimat bisa diperinci menjadi beberapa golongan. Diantaranya: kalimat pernyataan kalimat perintah, kalimat interogasi, serta kalimat seruan. Jenis-jenis kalimat tersebut bisa disajikan di dalam bentuk kalimat positif maupun negatif.

Di dalam bahasa lisan, intonasi yang khas bisa menjelaskan saat anda berhadapan dengan salah satu jenis kalimat tersebut. Namun, dalam bahasa tulisan perbedaannya akan dijelaskan oleh bermacam-macam tanda baca.

1. Kalimat Pernyataan atau Deklaratif

Kalimat ini bisa digunakan apabila penutur ingin menyatakan sesuatu secara lengkap pada waktu ia akan menyampaikan informasi pada lawan bicaranya.

Contohnya adalah sebagai berikut:

Presiden menyelenggarakan kunjungan ke luar negeri.

Tidak semua bank bisa memperoleh kredit yang lunak.

2. Kalimat Pertanyaan atau Interogatif

Kalimat pertanyaan digunakan apabila penutur ingin memperoleh informasi yang diharapkan pada lawan bicara. Pertanyaan ini kerap menggunakan kata tanya seperti: apa, bagaimana, dimana, berapa, mengapa, kapan.

Contohnya adalah sebagai berikut:

Kapan anda akan berangkat ke italia?

Mengapa masih banyak orang miskin yang tidak memperoleh jaminan kesehatan di negara ini?

3. Kalimat Perintah atau Imperatif

Kalimat perintah digunakan apabila penutur ingin menyuruh maupun melarang seseorang untuk melakukan sesuatu.

Contohnya adalah sebagai berikut:

Tolong buatkan ibu telur dadar

Jangan membuang sampah sembarangan karena bisa menyebabkan banjir

4. Kalimat Seruan

Jenis kalimat ini dipakai apabila penutur ingin mengungkapkan perasaan yang kuat atau mendadak.

Contohnya adalah sebagai berikut:

Bukan main, cantiknya.

Wah ternyata istrinya cantik juga ya.

Jenis-Jenis Kalimat Langsung dan Tidak Langsung

Berdasarkan langsung atau tidaknya sebuah kalimat bisa di bedakan menjadi kalimat langsung dan kalimat tidak langsung. Mari membahas keduanya lebih lanjut!

5. Kalimat Langsung

Kalimat langsung adalah kalimat yang menirukan sesuatu yang diucapkan oleh orang lain. Bagian kutipan di dalam kalimat langsung bisa berupa kalimat berita kalimat tanya atau kalimat perintah.

Contohnya adalah sebagai berikut:

“Jangan bergerak,” bentak begal itu.

Bagaimana keadaan orang tuamu?” Tanya dinda.

6. Kalimat Tidak Langsung

Kalimat tidak langsung adalah kalimat yang memberitahu sesuatu yang diucapkan orang lain. Bagian kutipan di dalam kalimat disajikan dalam bentuk berita.

Contohnya adalah sebagai berikut:

Zafran bertanya tentang kabar orang tua saya.

Nenek berkata padaku bahwa ia ingin bertemu ibu.

Penjahat itu membentakku agar tidak bergerak.

Baca Juga: Macam-Macam Majas

Demikian penjelasan mengenai jenis-jenis kalimat. Pastinya Anda akan lebih mudah memahami dengan adanya contoh-contoh yang telah disertakan pada penjelasannya.

Jadi, jenis kalimat itu ada banyak sekali, terdapat kategori-kategori khusus seperti berdasarkan pada struktur kalimatnya, menurut fungsinya, menurut retorikanya, hingga menurut langsung atau tidaknya.

Pastikan Anda memahami setiap bagian-bagiannya supaya tidak keliru menempatkan suatu kata serta konjungsi-konjungsinya. Selamat belajar, semoga artikel ini dapat membantu!

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.