5 Pakaian Adat Jawa Barat Beserta Aksesoris dan Kelengkapannya

Pakaian adat jawa barat – Pakaian adat bukan hanya menjadi suatu identitas berupa kostum dari suatu daerah. Lebih dari itu, pakaian adat juga menunjukkan suatu status sosial, agama, dan juga perkawinan. Hal ini juga berlaku di Jawa Barat. Pakaian adat Jawa Barat dalam periode sejarah masa lalu juga mewakili ekspresi dan identitas dari masyarakat yang mendiaminya. Dalam hal ini adalah suku Sunda.

Pakaian adat juga terbagi atas dua jenis berdasar pada fungsinya. Pertama, pakaian adat yang digunakan dalam kegiatan sehari-hari. Pakaian yang selanjutnya merupakan baju formal yang dipergunakan sebagai pelengkap pada berbagai upacara adat.

Meski begitu, saat ini, pakaian adat Jawa Barat tidak lagi digunakan dalam kegiatan sehari-hari. Melainkan dikenakan pada acara serta perayaan tertentu. Terkhusus, acara-acara yang ada hubungannya dengan tradisi, budaya, serta warisan yang menggambarkan identitas kebanggaan nasional dan jati diri kedaerahan.

Sebagai salah satu bagian dari budaya, Anda wajib untuk melestarikan pakaian adat Jawa Barat. Dengan begitu, identitas suku Sunda akan tetap eksis dan menjadi ciri khas yang unik dari khazanah kekayaan budaya Nusantara. Lantas, apa saja jenis pakaian adat Jawa Barat? Yuk, simak ulasan di bawah ini!

Keunikan Pakaian Adat Jawa Barat

keunikan pakaian adat jawa barat
sespamardi.com

Mengulik pakaian adat Jawa Barat, tentu saja tidak dapat dilepaskan dari peran sejarah. Pada masa lampau, pakaian adat Jawa Barat berhubungan erat dengan kasta maupun strata sosial masyarakat. Di Jawa Barat, ada tiga kelompok pakaian adat yakni terbagi untuk kelas atas atau bangsawan, kelas menengah, dan kelas bawah.

Meski pada zaman dahulu penggunaan pakaian adat Jawa Barat masih berdasar pada strata sosial. Saat ini, hal tersebut sudah tidak relevan. Namun, hal tersebut tidak bisa dipungkiri keberadaannya. Nah, untuk itu, mari pelajari jenis-jenisnya di bawah ini:

Baju Pangsi dan Kebaya Sunda serta Kain Kebat

baju pangsi dan kebaya sunda serta kain kebat
www.artisanalbistro.com

Pakaian adat Jawa Barat yang satu ini diperuntukkan bagi orang dari kelas bawah. Biasanya, pakaian ini digunakan oleh kaum petani dari Sunda. Baju pangsi memiliki bentuk sederhana serta sudah usang. Untuk laki-laki dan perempuan, pakaian ini memiliki beberapa perbedaan.

Untuk kaum laki-laki Sunda, dalam kehidupan sehari-hari masa lalu selalu menggunakan celana komprang yakni celana dengan ukuran yang lebih besar ketimbang bentuk kaki. Masyarakat modern kerap menyebutkan oversize, sedangkan di Sunda disebut dengan pangsi.

Sedangkan atasannya disebut dengan salontreng. Meski begitu, istilah untuk penggunaan atasan salontreng dan pangsi kerap disebut dengan baju pangsi. Untuk menambah estetika, digunakan juga sarung yang kemudian diselempangkan.

Alas kaki yang digunakan adalah sandal tarumpah. Sandal ini dibuat dari bahan kayu. Untuk aksesorisnya sendiri, masyarakat kerap menggunakan ikat kepala atau logen, sabuk. Ikat kepala yang digunakan adalah model Hanjuang Nangtuang dan Barambang Semplak.

Bagi kaum perempuan Sunda, pakaian yang digunakan adalah kain batik panjang yang disebut dengan sarung kebat. Selain itu, batik panjang ini juga dikenal dengan istilah Sinjang Bundel. Para perempuan ini juga menggunakan sabuk (ikat pinggang) yang disebut dengan beubeur. 

Pelengkap dari seluruh penampilan adalah menggunakan kamisol serta kebaya. Meski sederhana, perpaduan pakaian adat Jawa Barat ini sangat anggun. Terlebih, bagian alas kakinya memakai sandal jepit keteplek.

Variasi Kebaya dan Pakaian Adat Jawa Barat

variasi kebaya dan pakaian adat jawa barat
bajukebaya.co.id

Kontras dengan penggunaan pakaian adat Jawa Barat untuk kelas bawah pada poin sebelumnya, kebaya ini digunakan untuk kelas menengah sehingga lebih mewah. Seseorang yang menggunakan kebaya akan lebih berwibawa dan tampak rapi. Biasanya, pakaian ini dikenakan oleh pengusaha, pedagang, maupun saudagar.

Bagi laki-laki, pakaian yang dikenakan adalah baju dengan warna putih laiknya jas. Masyarakat zaman dahulu menyebutnya dengan baju Bedahan. Penggunaannya dipadukan dengan kain kebat yang disarungkan. Lalu, dilengkapi dengan sabut serta ikan kepala atau bengker.

Orang kelas menengah ini juga menggunakan arloji yang rantainya berwarna keemasan yang digantungkan pada kantung pakaian sebagai aksesoris. Sedangkan bagi kaum perempuan biasa menggunakan kebaya beraneka ragam dan corak. Lalu, ditambahkan aksesoris berupa sanggul kepala serta kain kebat untuk bawahan.

Untuk menyempurnakan penampilan, maka para perempuan juga menggunakan ikat pinggang serta selendang yang berwarna-warni. Alas kaki yang digunakan untuk kaum perempuan adalah sandal kelom geulis serta perhiasan berupa emas-emasan.

Jas Beludru Sulam Benang Emas – Pakaian Adat Jawa Barat untuk Bangsawan

jas beludru sulam benang emas – pakaian adat jawa barat untuk bangsawan
perpustakaan.id

Bagi bangsawan, jenis pakaian adatnya tentu lebih mewah dan lebih eksklusif. Kadar kelayakannya pun berkali lipat lebih ketimbang dua jenis pakaian sebelumnya. Bagi kaum laki-laki bangsawan, pakaian yang digunakan merupakan jas beludru hitam dengan benang emas yang dikombinasikan pada ujung lengan. 

Sedangkan untuk bagian bawahannya menggunakan celana panjang hitam dengan motif emas yang serupa. Pada outernya menggunakan jas dengan tambahan sabuk emas. Tutup kepalanya menggunakan bendo. Alas kaki yang digunakan adalah sandal selop hitam.

Bagi kaum wanita, pakaian adat Jawa Barat yang digunakan adalah kebaya dengan bahan berupa beludru. Lalu, bahan tersebut disulam serta ditambahkan berbagai manik-manik. Sedangkan bawahannya menggunakan kain kebat bermotif rereng.

Bagian alas kakinya menggunakan selop dengan bahan beludru hitam. Aksesoris untuk menambahkan kecantikan adalah sanggul rambut yang dihiasi dengan konde dan ragam perhiasan.

Beskap – Pakaian Adat Jawa Barat Untuk Acara Resmi

beskap – pakaian adat jawa barat untuk acara resmi

Beskap merupakan pakaian adat Jawa Barat yang memiliki bentuk berupa kemeja resmi yang diperuntukkan bagi laki-laki. Pakaian adat ini digunakan untuk berbagai acara yang resmi. Bahan yang digunakan untuk membuat baju beskap adalah bahan dengan tekstur yang tebal. Sedangkan keraknya tidak mempunyai lipat. 

Meski pilihan warnanya bebas, tetapi umumnya menggunakan warna yang gelap dan polos. Dari dekat, ukuran beskap, bagian depannya terlihat tidak simetris. Hal ini disebabkan karena penggunaan aksesoris yang cukup berat laiknya keris. 

Pola kancing yang digunakan adalah menyamping. Beskap biasa dipadukan dengan jarik yakni kain panjang yang diikatkan dengan fungsi menutup bagian kaki. Bagi perempuan atau mojang (gadis), pakaian adat Jawa Barat yang digunakan untuk acara resmi adalah kebaya dengan perpaduan warna polos.

Atasannya sendiri merupakan kain biasa. Bagian alas kaki menggunakan selop yang warnanya disesuaikan dengan kebaya. Tak ketinggalan ikat pinggang atau beubeur yang dikencangkan pada bagian kain. Lalu, menggunakan karembong atau selendang untuk menyempurnakan penampilan.

Bagi laki-laki atau jajaka (pemuda), pakaian adat Jawa Baratnya adalah atasan beskap dengan jas tertutup warna hitam. Pun, menggunakan bawahan berupa celana panjang yang warnanya senada dengan atasan. Bagian kepala memakai penutup peci atau bendo. Alas kakinya sendiri memakai selop atau kelom.

Arloji atau jam tangannya terbuat dari emas yang dijepit pada bagian saku. Baju ini tergolong dalam pakaian adat Jawa Barat modern.

Pakaian Adat Jawa Barat untuk Pengantin

pakaian adat jawa barat untuk pengantin
www.artisanalbistro.com

Masyarakat Indonesia memang kerap menggunakan pakaian adat daerah untuk melakukan upacara pernikahan. Termasuk juga di daerah Jawa Barat. Pengantin perempuan maupun laki-laki menggunakan perpaduan pakaian yang tentunya bertujuan agar di hari bahagianya bisa “manglingi”.

Pakaian adat Jawa Barat yang digunakan untuk pernikahan bagi perempuan adalah kebaya brokat. Sedangkan bawahannya memakai kain batik kebat lereng eneng prada. Untuk menambah kecantikan, maka ditambahkan aksesoris gelang, dua kalung pendek dan panjang, serta cincin permata.

Ketiga aksesoris itu akan menimbulkan kesan baju yang mewah. Selain itu, pada rambut yang disanggul menggunakan siger subadra, untaian bunga sedap malam, serta tujuh kembang goyang sehingga penampilannya semakin maksimal.

Sedangkan bagi pria menggunakan jas buka prangwedana dengan warna yang senada dengan pakaian mempelai wanita. Kain batik yang digunakan juga sama. Pada bagian kepala, mempelai laki-laki juga menggunakan penutup yang disebut dengan bendo yang ditambah dengan hiasan permata. Untuk bagian bawahnya sendiri adalah Boro Sarangka yaitu kantung yang digunakan untuk menyimpan keris.

Pakaian pengantin Cirebon

pakaian pengantin cirebon

Masih menjadi pakaian adat Jawa Barat, dari daerah Cirebon juga memiliki baju pengantin yang khas. Yakni pria menggunakan baju oblong yang berwarna krem lengkap dengan terataian serta celana panjang beludru berwarna hijau. Selain itu, gunakan kain dodot batik Cirebonan, keris, ikat pinggang, gelang kono, dan kilat bahu.

Alas kaki yang digunakan berwarna hijau yang dihiasi dengan gelang kaki dan gelang kono. Sementara mempelai wanita memakai kemben beludru berwarna hijau. Dilengkapi dengan batik cirebonan, terataian, selop hijau, dan pending. Ditambah dengan siger mahkota suri, kalung tiga susun, untaian melati bawang sebungkus, serta gelang kono, dan kilat bahu.

Itulah 5 jenis pakaian adat Jawa Barat dengan fungsi dan acara yang berbeda. Nah, jika bisa diperinci, maka, beberapa pakaian adat Jawa Barat adalah sebagai berikut:

  • Jas Beludru

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, jas beludru tidak bisa dikenakan oleh sembarangan orang. Sebab, pakaian mewah ini hanya dapat digunakan oleh para bangsawan serta kasta yang tinggi saja. Jas beludru terbuat dari kain belusur dengan warna hitam yang ditambahkan sulaman emas sehingga tampak mewah dan berkelas.

Jas ini merupakan jas tutup dengan paduan celana hitam dan motif emas. Aksesoris kain yang digunakan biasanya dari kain dodot motif rengreng parang rusak. Alas kakinya juga berbahan beludru.

  • Iket

Iket merupakan penutup kepala yang terbuat dari kain serta menjadi kelengkapan bagi pria dalam kegiatan sehari-harinya. Penggunaan iket ini bukan tanpa alasan melainkan sebuah keharusan di masa lampau untuk melindungi manusia dari roh jahat.

Pun, iket berfungsi untuk selimut, wadah, bantalan, serta mengangkut beban di bagian kepala. Saat ini, iket digunakan dalam upacara adat, keagamaan, serta menunjukkan status sosial dari seseorang yang dianggap memiliki peranan pada suatu kelembagaan.

  • Kebaya Sunda

Pakaian adat Jawa Barat berupa kebaya memiliki bentuk yang tak jauh beda dengan kebaya dari daerah lain seperti Jawa tengah dan Jawa Timur. Hanya saja, pada bagian leher sedikit berbeda. Untuk melengkapi penampilan, bagian bawah menggunakan kain jarik dengan motif batik. Aksesoris yang digunakan sendiri adalah cincin, kalung, giwang, dan sebagainya.

  • Bedahan

Baju bedahan terlihat sederhana yang berupa jas tutup bagi kaum pria. Sedangkan bagi perempuan adalah kebaya. Aksesoris untuk melengkapi baju bedahan adalah terompah, iket, dan sabuk.

Kebaya sebagai bagian dari baju bedahan memiliki warna yang beragam. Sedangkan aksesorisnya adalah gelang, cincin, kalung, dan sebagainya.

  • Kujang

Kujang sebenarnya bukan merupakan pakaian adat Jawa Barat. Melainkan sebagai senjata unik yang kerap menjadi aksesoris pakaian bagi masyarakat Sunda zaman dahulu.  Kujang merupakan senjata yang panjangnya sekitar 20 hingga 25 cm dengan bahan berupa pamor, baja, atau besi.

Senjata ini kerap dianggap merefleksikan ketajaman serta daya kritis di dalam kehidupan masyarakat. Serta melambangkan keberanian untuk melindungi hak dan kebenaran.

  • Pangsi

Pangsi merupakan pakaian adat Sunda yang menjadi warisan adat Nusantara. Tak hanya menjadi penutup tubuh saja. Pangsi juga memiliki filosofi tersendiri. Yang mana setiap bentuk serta jahitannya memiliki makna yang bisa dijadikan pengingat bagi penggunanya untuk selalu berintropeksi.

Pangsi adalah singkatan dari Pangeusi Numpang Ka Sisi. Terdapat tiga susunan pangsi yang meliputi Nangtung, Tangtung, serta Samping. Pangsi juga kerap disebut dengan baju komprang atau baju koko. Fungsi pangsi berbeda antara bagian atasnya yang disebut dengan salontreng dan bagian bawah yang disebut dengan pangsi.

Dahulu, susunan pangsi tidak menggunakan tali, karet dan saku celana. Warna pangsi bagian samping putih, salontreng hitam, dan pangsi sendiri berwarna hitam. Jahitan dan susunan dari pangsi saat ini dan dahulu berbeda. 

  • Kain Kebat

Kain kebat merupakan pelengkap untuk baju kebaya Sunda bagi kaum bawah. Kebta merupakan kain yang memiliki corak yang tidak mencolok serta kerap digunakan dalam kegiatan sehari-harinya.

Perempuan kelas bawah juga menggunakan beuber sebagai ikat pinggang. Perempuan juga mengenakan kamisol sebagai bra serta sandal jepit untuk alas kakinya.

  • Beskap

Pakaian beskap sebenarnya tidak hanya ada di Jawa Barat saja. Melainkan juga ada di Jawa Tengah. Namun, ada beberapa perbedaan diantara keduanya. Beskap dari Jawa Barat memiliki warna hitam dengan kain yang tebal. Sedangkan pola kancingnya adalah berbentuk menyamping.

Pada bagian lengan ada yang polos dan ada juga yang bermotif. Meskipun kebanyakan beskap berwarna hitam, ada juga yang berwarna biru polos.

  • Selontreng dan Sarung Poleng

Selongtreng dan sarung poleng adalah pakaian adat Jawa Barat yang memiliki bentuk sederhana. Pakaian ini kerap digunakan oleh masyarakat kelas bawah. Selontreng merupakan baju atasan yang berwarna hitam dan longgar.  Celananya sendiri memanjang hingga betis serta bagian pinggang menggunakan sabuk kulit atau kain.

Ikat kepala yang digunakan disebut dengan logen atau Barangbang Samplak. Pakaian adat Jawa Barat ini digunakan untuk melakukan kegiatan sehari-hari.

  • Baju Adat Sunda Untuk Anak-Anak

Baju adat Sunda juga bisa digunakan oleh anak-anak modern. Biasanya, dipakai ketika ada acara di sekolah seperti paturay tineung atau perpisahan sekolah atau saat hari Kartini. 

Bagi anak perempuan, pakaian yang digunakan adalah kain kebat dan kebaya Sunda.  Kebaya Sunda memiliki motif yang sederhana dengan warna yang beragam. Untuk kepalanya, menggunakan sanggul sehingga membuat anak-anak semakin imut dan cantik.

Sedangkan untuk anak laki-laki adalah beskap atau jas penutup, bendo atau tutup kepala adat Sunda, serta kain kebat. Sebenarnya, bentuknya hampir sama dengan pakaian adat Jawa Barat untuk orang dewasa. Hanya saja, ukurannya lebih kecil.

Baca Juga Pakaian Adat

READ  8 Pakaian Adat Jawa: Nama, Makna Filosofis, Gambar dan Penjelasannya

Setelah menyimak tentang pakaian adat Jawa Barat, tentu saja Anda menjadi lebih cinta pada kekayaan budaya dan adat istiadat Indonesia. Dengan adanya keunikan dari setiap daerah, menunjukkan bahwa keberagaman negara kita memang patut untuk disyukuri keberadaannya. Nah. sebagai generasi muda, Anda juga harus ikut melestarikan. Sehingga, Indonesia tetap menjadi negara Bhineka Tunggal Ika. Semoga bermanfaat!C

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.