Tari serimpi : Busana, Musik, Macam-Macam, Gambar dan Penjelasan

TARI SERIMPI – Indonesia merupakan sebuah negara kepulauan yang mempunyai banyak macam kesenian. Salah satu seni tersebut merupakan seni tari. Budaya seni tari dari Indonesia ini, ternyata juga dikagumi oleh bangsa lain.  Maka dari itu, dengan banyaknya kesenian yang dimiliki oleh Indonesia, kita harus menjaganya dengan baik.

Seni tari merupakan hasil karya dan cipta yang di ungkapkan melalui media gerak yang terdapat nilai keindahan di dalam gerakan tersebut. Di Indonesia sendiri, terdapat sangat banyak sekali jenis tarian. Setiap daerah di Indonesia mempunyai ciri khas budaya tari masing- masing.

Tari nusantara merupakan seni tari yang ada di seluruh penjuru kepulauan di Indonesiain. Jika disebutkan satu persatu, tentunya sangat banyak daftar yang akan dibuat.

Salah satu seni  tari yang terkenal adalah tari serimpi. Tari serimpi merupakan salah satu dari banyak tarian yang berasal dari Surakarta dan Yogyakarta.

Tarian ini dianggap sakral, karena adanya tarian ini hanya  dipentaskan dalam lingkungan keraton dan untuk suatu ritual keagamaan sampau dengan peringatan naik tahta untuk sultan.

Kerajaan Mataram sekitar tahun 1775 pecah menjadi dua kesultanan, yaitu Kesultanan Yogyakarta dan Kesultanan Surakarta.

Ternyata dari perpecahan kerajaan tersebut, berimbas pula pada seni tari Serimpi meskipun inti dari tarian serimpi masihlah sama.

Tari serimpi yang berada di Kesultanan Yogyakarta digolongkan menjadi beberapa. Yaitu tari Serimpu Babul Layar, Serimpi Genjung dan Serimpi Dhempel.

Sedangkan untuk Kesultanan Surakarta tari serimpi di golongkan menjadi Serimpi Bondan dan dan Serimpi Anglir Mendung.

Meskipun tarian ini meskipun sudah lama diciptakannya, namun tarian ini mulai dikenal di khalayak banyak pada tahun 1970-an, karena sebelumny terkekang oleh adanya tembok keraton.

Tari serimpi mengandung empat komposisi yang mana melambangkang empat unsur yang ada di dunia dan juga melambangkan empat mata angin. Unsur tersebut meliputi, toya (air), grama (api),  bumi (tanah) dan angin (udara).  Tari serimpi merupakan kebudayaan yang hidup pada lingkungan istana Yogyakarta.

Selain itu tari ini merupakan sebuah kesenian yang benar dianggap sakral dan juga suatu pusaka Keraton.

Tema yang disajikan pada tari serimpi menggambarkan adanya pertikaian yang terjadi antara dua hal yang selalu bertentangan. Yaitu, hal baik dan hal bukur, hal salah dan hal benar, serta nafsu manusia dengan akan manusia.

Busana dan Musik pada Tari Serimpi

busana  dan musik pada tari serimpi
budayajawa.id

Pakaian yang dikenakan untuk tari serimpi mengalami perkembangan. Pada mulanya, pakaian yang dikenakan adalah seperti pakaian temanten putri gaya keraton Yoyakarta dengan dodotan dan juga hiasan kepala menggunakan gelung bokornya, kemudian beralih kepada kain seredan, berupa baju tanpa lengan, dengan hiasan kepala khusus yang berjumbai bulu burung kasuari, gelungan berhiaskan bunga ceplok dan juga jebehan.

Karateristik pada pemain tari ini yaitu dikenakannya keris yang diselipkan di depan dan disilang ke kiri. Digunakannya keris pada tari ini adalah karena keris merupakan salah satu alat yang di gunakan dalam suatu adegan perang. Selain keris, digunakan pula “jembeng”.

Jembeng adalah benda semacam perisak. Pada zaman pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono IX, tarian serimpi di tarikan dengan menggunakan properti pisyol dengan arah pistol di tembakkan ke arah bawah. Hal tersebut terjadi pada abad ke-19.

Ketika sang penari masuk, akan ada iringan dari gendhing “sabrangan”. Iringan tersebut juga digunakan ketika para penari keluar. Tidak hanya diiringi dengan gendhing saja, tapi juga dibarengi dengan adanya suatu musik tiup dan suatu genderang yang pukulannya mempunyai ciri khas tersendiri.

Padhelori

Tari jenis serimpi padhelori merupakan tari yang diciptakan oleh Sultan Hamengku Buwono VI dan Sultan Hamengku Buwono VII yang masih dalam jenis tari klasik putri gaya Yogyakarta.  Properti yang di gunakan pada tari serimpi padhelori adalah suatu cundrik dan juga suatu pistol.

Cerita yang terkisah pada tarian ini merupakan cerita yang di petik dari “Menak”. Dikisahkan bahwa Dewi Sudarawerti dengan berperan tanding dengan Dewi Sirtu. Hal tersebut juga dilafalkan. Lagu pengiring utama yang digunakan pada tari padhelori adalah Gendhing Pandhelori.

Sangopati (karya Sinuhun Pakubuwono IX)

Tari Serimpi Sangopati  yang merupakan karya Sinuhun Pakubuwono IX ini sebenarnya adalah sebuah tarian karya Pakubuwono IV yang memerintah Keraton Surakarta Hadiningrat pada tahun antra 1788 – 1820 dengan diberi nama Serimpi Sangopati. Asal dari kata sangopati adalah sanga pati.

Kedua ata tersebut merupakan sebutan yang di tujukan kepada calin pengantin raja. Pada tahun 1861- 1893, Pakubuwono IX yang saat itu memerintah menghendaki adanya perubahan nama dari Sangapati menjadi Sangupati.

Perubahan nama dilakukan lantaran adanya peristwa pada masa itu. Saat itu, para kolonil Belanda memaksa kepada Sultan Pakubuwono IX untuk menyerahkan tanah pesisir pulau Jawa kepada pihak Belanda. Ketika pertemuan dengan Belanda guna membahas perundingan mengenai hal tersebut, Pakubuwono IX mempertunjukkan tarian Serimpi Sangopati sebagai jamuan bagi para tamu Belanda.

Tarian serimpi sebenarnya bukan hanya digunakan sebgai hiburan semata, akan tetapi sajian tarian tersebut sebenarnya dimaksudkan sebagai bekal kematian bagi Belanda, karena sebenarnya kata sangopati mempunyai arti bekal mati. Saat itu, pistol yang digunakan oleh para penari sebenarnya telah diisi dengan peluru asli.

Maksud dari hal tersebut adalah kesiapan dari para penari, jika nantinya  terjadi kegagalan dalam penyajia tarinya.

Mereka para penari siap  untuk mengorbankan jiwanya. Pakubowono IX terkenal sebagai seorang raha yang sangat berani untuk menentang pemerintahan Kolonial Belanda dan pada saat itu menjadi penguasa wilayah Indonesia.

Pakubuwono IX meninggal pada tahun 1893 dalam usia 64 tahun. Selepas beliau meninggal, beliau digantikan oleh putranya, yaitu Pakubowono X. Atas kehendak dari Pakubowono X, tarian serimpi sangupati berubah nama menjadi Serimpi Sangapati. Dirubahnya nama tersebut, mempunyai tujuan tersendiri.

Yaitu agar semua dari permuatan manusia itu dan juga tingkah laku manusia agar bertujuan demi keselamatan serta kesejahteraan manusia dalam kehidupan. Wanita yang memeragakan tarian serimpi berjumlah 4 orang.

Kemudian apada pertengahan permainan tari, para penari memberikan atau menyajikan minuman keras kepada para kolonial Belanda menggunakan keahliannya.

Ternyata taktik yang dipakai tersebut sangat efektif. Paling tidak taktik tersebut bisa membuat para kolonial Belanda tidak sadar bahwa mereka sedang di kelabuhi.

Karena terbuai dengan indahnya tarian yang disajikan dan semakin banyak minuman keras yang ditelan, akhirnya perundingan mengenai pengambilan alih wilayah Jawa kepada Belanda pun dapat digagalkan.

Hingga masa kini, tari ini masih dilestarikan. Namun fungsi dari tari semrimpi itu sendiri hanya bertujuan  sebagai hiburan. Dan adegan minum arak yang terdapat dalam tari tersebut masih tetap ada namun hanya sebagai simbolis  saja, dan dengan catatan dengan tidak menggunakan arak yang sebenarnya, yaitu diganti dengan minuman lain.

Peristiwa perjanjian antara kolonial Belanda dengan Keraton Kasunanan Surakarta terjadi sekitar tahun 1870.

Macam- macam Tari Serimpi  yang ada pada Kesultanan Yogyakarta

Tari Serimpi Cina dari Yogyakarta

tari serimpi cina dari yogyakarta
www.romadecade.org

Tari serimpi cina adalah salah satu dari banyak jenis tari putri klasik yang berasal dari Istana Kesultanan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Ciri khas dari tari ini yaitu terletak pada kekhususan busana yang dikenakan oleh para penari adalah menyesuaikan dengan pakaian Cina.

Tari Serimpi Pistol

tari serimpi pistol
Serimpi Pistol

Tari serimpi pistol merupakan tari putri klasik gaya Yogyakarta yang diciptkan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono VII. Ciri khas dari tarian ini yaitu digunakanna pistol sebagai properti tari.

Tari Serimpi Padhelori

tari serimpi padhelori
Serimpi Padhelori

Tari jenis serimpi padhelori merupakan tari yang diciptakan oleh Sultan Hamengku Buwono VI dan Sultan Hamengku Buwono VII yang masih dalam jenis tari klasik putri gaya Yogyakarta.  Properti yang di gunakan pada tari serimpi padhelori adalah suatu cundrik dan juga suatu pistol.

Cerita yang terkisah pada tarian ini merupakan cerita yang di petik dari “Menak”. Dikisahkan bahwa Dewi Sudarawerti dengan berperan tanding dengan Dewi Sirtu. Hal tersebut juga dilafalkan. Lagu pengiring utama yang digunakan pada tari padhelori adalah Gendhing Pandhelori.

Tari Serimpi Merak Kasimpir

tari serimpi merak kasimpir

Tari ini merupakan tari putri klasik Yogyakarta yang dicetuskan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono VII. Masih dengan properti pistol, namun pada tari ini bukan hanya menggunakan properti pistol, tapi juga menggunakan jemparing.  Gendhing merak kesimpir digunakan sebagai pengiring tarian. Sehingga musik iringannya pun enak untuk di dengarkan.

Tari Serimpi Pramugari

tari serimpi pramugari
Serimpi Pramugari

Masih dengan tari klasik putri gaya Yogyakarta yang diciptakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono VII dan menggunakan properti pistol. Perbedaan antara tari serimpi merak kasimpir dan serimpi pramugari yaitu pada  gendhang yang di gunakannya. Untuk tari serimpi penari digunakan gendhing permugari.

Tari Serimpi renggawati

tari serimpi renggawati
Serimpi renggawati

Serimpi renggawati adalah merupakan tali klasik putri gaya Yogyakarta yang diciptakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono V. Tari ini biasanya hanya dilakukan olej 5 orang saja.

Nah itulah tadi uraian mengenai tari serimpi yang merupakan salah satu budaya Indonesia yang wajib kita lestarikan. Marilah kita senantiasa menjaga dan selalu melestarikan buda negeri kita tercinta. Sekian dari artikel ini, semoga dapat bermanfaat bagi semua.

1 thought on “Tari serimpi : Busana, Musik, Macam-Macam, Gambar dan Penjelasan”

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.